<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126</id><updated>2011-04-22T11:44:56.524+07:00</updated><category term='akidah'/><title type='text'>bunga sebagai muslimah</title><subtitle type='html'>biarkan bunga belajar menjadi seorang muslimah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://moeslimah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-3399673850536954142</id><published>2007-01-31T12:52:00.000+07:00</published><updated>2007-01-31T13:02:15.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akidah'/><title type='text'>Ramalan, Zodiak, Shio ...? NO way !!</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ilustrasi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, Mita lagi kesal berat. Bete. Wajahnya cemberut, jelek banget pokoknya. Diambilnya sebuah majalah remaja edisi terbaru, kemudian mulai dibuka-bukanya. Matanya terhenti pada halaman 'Zodiak Kamu'. Dalam hatinya, Mita berkata, "Zodiak? Gak boleh percaya sama yang beginian. Syirik namanya." Tapi matanya tak bergerak ke halaman berikutnya. "Hmmm, baca aja gpp kok, asalkan ga percaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taurus : Tersenyumlah. Kamu akan mendapatkan kejutan manis yang tak terduga.&lt;br /&gt;Secara otomatis, Mita tersenyum. Manis banget senyumnya. Dilanjutnya membaca zodiak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hati-hati dengan ulah seorang teman. Tindakan cerobohnya dapat menghancurkan kerjaan yang sudah kamu kerjakan dengan hati-hati. Keahlianmu memang sangat diandalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mita," ungkap Mita dengan bangga. "Kerjaan mana yang gak Mita selesaikan dengan baik? Bagaimana ya kalau Mita gak ada? Kacau balau tuh kayaknya semuanya."&lt;/blockquote&gt;Kira-kira, apakah Mita termasuk orang yang ga percaya pada ramalan? Ada dua kesalahannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Senyuman manis Mita itu merupakan ungkapan sikap percaya pada ramalan yang sudah dibacanya.&lt;br /&gt;2. Ungkapan membanggakan diri (ujub diri) juga menunjukkan rasa percaya pada ramalan. Bahkan, dalam kalimatnya itu, ia telah menduakan Allah. Dia lupa, bahwa dengan ijin dan kasih sayang Allah sajalah sehingga ia mampu menyelesaikan pekerjaannya itu. Harusnya ia mengucapkan syukur pada Allah karena diberikan kemudahan dan kesempatan juga keahlian dalam menyelesaikan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh tentang ramal-meramal. Kenapa hal itu tak boleh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw yang kita sayangi itu adalah utusan Allah. Beliau adalah manusia yang spesial, maksum (terlepas dari dosa karena Allah menjaganya). Beliau banyak mengetahui hal-hal ghoib. Ingat tentang peristiwa Isra' Mi'raj. Tapi, tau engga, Rasulullah saw aja tidak mengetahui secara rinci apa yang akan terjadi di masa datang. Beliau tidak tau, apakah sebentar lagi akan ada kejutan manis tak terduga, misalnya. Mengenai pengetahuannya tentang beberapa hal ghoib sesuai dengan Firman Allah dalam surah Al-Jinn : 26-27,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak menjelaskan kepada seorangpun tentang yang ghoib itu kecuali kepada Rasul yang diridhoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan di hadapan dan di belakangnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, dari ayat di atas, dapat diketahui bahwa tak ada seorangpun di dunia ini yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, itu semua rahasia Allah. Salah satu bukti ketidaktahuan Rasululullah adalah saat ia tidak mengetahui apakah di dapurnya ada makanan yang dapat dimakan atau tidak. Bila ditanyakannya pada 'Aisyah ra (istri beliau) dan jawabannya tidak ada, maka Rasulullah hari itu akan berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Rasulullah saja tidak mengetahuinya, masa sih seorang peramal bisa tau. Aneh ga sih? Usut punya usut, ternyata para peramal/ dukun/ orang pintar/ itu mendapatkan info dari para jin dan syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gini nih dalilnya, dulu sewaktu Rasulullah saw masih hidup, para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang tukang ramal, beliau bersabda, "mereka tidak ada apa-apanya." Para sahabat bertanya, "wahai Rasulullah, mereka kadang-kadang bisa menceritakan sesuatu yang benar kepada kami." Maka Rasulullah saw bersabda, "itu adalah kalimat yang benar, yang dicuri oleh jin, kemudian dibisikkan ke telinga para walinya (peramal/ dukun). Maka para dukun tersebut mencampurkan kalimat yang benar tersebut dengan seribu kedustaan (kata-kata manis)." (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadist di atas, peramal/ dukun merupakan kaki tangannya jin dan syetan, para walinya. Setan itu memang sukanya menggoda manusia sehingga terjerumus ke jalan yang salah, menjadi teman mereka di neraka nantinya. Rasulullah adalah utusan Allah yang membawa manusia ke jalan yang lurus. Kontradiksi kan? Makanya, bila mengakui perkataan para peramal/ dukun berarti sama saja memilih jalannya setan dan mendustakan Rasulullah sebagai utusan Allah. Hal ini diperkuat oleh hadist:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mendatangi dukun atau paranormal lalu membenarkan apa yang dia katakan, maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang dibawa oleh Muhammad saw." (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mudah aja kan, pilih jalan ke surga atau ke neraka? Agar dapat menjaga hati untuk ga tergelincir pada percaya ramalan, tak perlulah zodiak (shio dan ramalan lainnya) dibaca. Cara lainnya, pilihlah majalah Islam yang tidak memuat ramal-ramalan seperti itu. Menyehatkan dan melegakan kan? ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'allam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-3399673850536954142?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/3399673850536954142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/3399673850536954142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2007/01/ramalan-zodiak-shio-no-way.html' title='Ramalan, Zodiak, Shio ...? NO way !!'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-115441243182984013</id><published>2006-08-01T13:04:00.000+07:00</published><updated>2006-08-01T13:07:11.856+07:00</updated><title type='text'>Tips on Raising a Fearless Child</title><content type='html'>Every child has a varying amount of fear; some are normal fears of childhood while others are not. Some amount of fear in a child is understandable and healthy, like fearing the fire for it burns. Child Psychology experts say that a child in his early years may show signs of fear when hearing a sudden noise or something falling. In general, girls show more fear than boys, and the intensity of the fear may vary according to the intensity of the child's imagination; the more imaginative the child is, the more fearful he may be. However, the child may develop fear of harmless things, like darkness, water, stairs and gathering with other people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These fears can result from a number of factors;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;The mother scaring the child with ideas of ghosts, shadows or strange creatures.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Relating stories or fairy tales that have evil and imaginative characters in them.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Raising the child in isolation and keeping him secluded - away from people.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Children are imitators of their parents and pick up phobia from their parents, therefore presenting a good example before the children plays a major role in training them.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;In order to avoid such fears, the parents should:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Always train the child to believe in Allah, worship Him and turn to Him in all situations of fear and anxiety.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Do not scare him with imaginative characters, ghosts and animals. Always remember the Hadeeth of Allah's Messenger (sallallahu alaihi wa-sallam): "The strong believer is better and is more loved by Allah than the weak believer." [Saheeh Muslim (2664)]&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Give the child responsibilities and allow him to work it out himself. Also, allow him to meet and mix with other people and get to know them.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Instill courage and bravery in the child by relating to him true stories of our pious-predecessors.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;As psychologists recommend, give the child an opportunity to get to know the thing that he is frightened of, for example, if he is afraid of water, allow him to play with little water in a bowl, if the child fears the dark; the parent may allow him to play with the light-switch, turning it off and on...&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fear of Dark:&lt;/span&gt; Generally children shows fear when the parents separate their bed. Parents need to recognize the fact that the room looks totally different to the child when the lights are out. So, you may...&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;(Use a night light, but experiment with its placement to be sure that it does not create frightening shadows.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;After the light has been turned out. Stay in the room for a few minutes and talk about how different things look. A curtain blowing in the breeze looks very different at night than it does during the daytime.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Leave the door to the child's room slightly open and tell him that you will not be far away.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;If the child awakens in the middle of the night, he should not be invited into your bed else he may develop a habit that is difficult to break!! Instead, comfort him in his own room and tell him that you are proud of him for being grown up enough to sleep in a room by himself.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;(From As-Sunnah Bi-Monthly Newsletter)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-115441243182984013?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/115441243182984013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/115441243182984013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/08/tips-on-raising-fearless-child.html' title='Tips on Raising a Fearless Child'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-115397532603341052</id><published>2006-07-27T11:40:00.000+07:00</published><updated>2006-07-27T11:42:06.050+07:00</updated><title type='text'>Haid</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siklus haid yang normal terdiri dari dua fase:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fase Folikuler&lt;br /&gt;Pada fase ini terjadi peningkatan jumlah hormon esterogen yang dihasilkan oleh folikel atau sel telur yang sedang berkembang dalam ovarium. Peninggian kadar estrogen ini akan menyebabkan terjadinya perubahan pada lapisan endometrium dalam rahim, dimana sel-selnya akan semakin membesar dan semakin banyak, untuk mempersiapkan diri sekiranya nanti terjadi ovulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fase Luteal&lt;br /&gt;Fasi ini terjadi setelah ovulasi, yaitu keluarnya ovum yang sudah matang dari ovarium, yang menyebabkan peningkatan kadar hormon progesteron. Pada tahap awal dari fase ini, progesteron yang dihasilkan itu akan menjaga kestabilan atau keseimbangan efek dari hormin estrogen. Akibatnya pertumbuhan dari sel-sel endometrium akan lebih baik, bersiap atau menunggu kemungkinan dibuahinya sel teluar yang dilepaskan dari ovarium tadi, oleh sperma dari seorang laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekiranya tidak terjadi pembuahan, artinya tidak terjadi pertemuan antara ovum dan sperma, kadar estrogen dan progesteron akan menurun pula. Jika kadar kedua hormon ini menurun dan korpus luteum sudah sampai pula pada akhir kehidupannya, maka haid akan terjadi. Sel telur yang tidak dibuahi ini, beserta dengan sel-sel lapisan endometrium yang adinya tumbuh subur, menjadi terlepas disertai dengan pengeluaran darah yang berasal dari pecahnya pembuluh darah pada lapisan endometrium tersebut. Proses inilah yang merupakan siklus haid dari seorang wanita, biasanya berlangsung selama 28 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus haid yang sangat tipikal, berlangsung sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus tipikal ini berlangsung selama 28 hari, namun dapa berbeda pada setiap wanita. Siklus dianggap normal jika berlangsung selama 25-32 hari. Hari pertama terjadinya pengeluaran darah haid dihitung sebagai hari pertama siklus haid pada seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 1-8&lt;br /&gt;Kadar hormon progesteron menurun yang menyebabkan lepasnya dinding rahim lapisan dalam. Mulainya peristiwa haid. Pada waktu ini hormon dari kelenjar pituitari menerima isyarat dari hipotalamus, untuk merangsang pematangan sel teluar dalam indung telur, menyababkan meningkatnya kadar hormon estrogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 5-11&lt;br /&gt;Perdarahan haid biasanya akan berhenti pada hari ke-5 dan diikuti dengan pengeluaran lendir dari leher rahim dan vagina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ke 9-13, kadar hormon estrogen sampai pada batas tertinggi, lendir dari leher rahim menjadi bening dan encer. Ini merupakan awal dari hari-hari subur seorang wanita. Pada hari ke-13 kadar hormon pitutari yang merangsang pematangan dan penglepasan sel telur juga berada pada  batas tertinggi serta suhu tubuh meningkat sekitar 0,5 derajat Celsius. Ovulasi atau lepasnya ovum dari ovarium menuju rahim terjadi pada hari ke-14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 15-23&lt;br /&gt;Setelah ovulasi, jika sel telur tidak dibuahi oleh sperma, kadar estrogen menurun drastis. Folikel asal sel telur di ovarium berubah menjadi kelenjar yang disebut sebagai Corpus Luteum yang menghasilkan hormon progesteron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ke-15,16 keluar lendir kental dan pekat dari leher rahim yang merupakan lendir terakhir pada siklus haid ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 24-28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas Corpus Luteum mulai menurun dengan menyusutnya kelenjar tersebut, sehingga kadar hormon progesteron pun menurun. Ada sebagian kaum wanita mengalami gejala pra-haid, berupa pembesaran payudara dan perubahan perilaku seperti depresi dan mudah marah. Terkadang didiringi perut yang terasa kembung. Awal haid biasanya ditandai dengan turunnya suhu tubuh sampai 0,5 derajat Celsius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluahan yang paling sering dijumpai adalah nyeri haid yang dikenal sebagai Dismenorea yang bisa datang pada permulaan atau sebelum haid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum Haid dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;"Bahwasannya (warna) darah haid itu merah kehitam-hitaman, sebagai umumnya di kalangan wanita, jika terjadi demikian hentikan shalat. Tetapi jika warnanya lain, maka berwudhulah dan shalatlah engakau karena darah yang demikian itu hukumnya sama dengan penyakit." (HR. Abu Daud, Nasaly, Ibnu Hibban, dan Daru Quthni, Hakim dengan catatan atas syara Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits yang datang dari Ummi Athiyah ra dinyatakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Kami tidak menganggap haid, terhadap darah yang berwarna kuning atau keruh setelah suci." (HR Abu Daud dan Bukhari yang tidak menyebutkan setelah suci)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diharamkan bagi yang sedang haid:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shalat, fardhu maupun sunat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila datang haid, hendaklah engkau tinggalkan shalat." [HR. Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Puasa, fardhu maupun sunat. Wajib bagi wanita yang tidak berpuasa saat Ramadhan untuk menggantinya (meng-qodho) sebanyak yang ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami diperintahkan meng-qodho puasa dan tidak diperintahkan meng-qodho shalat." [HR. Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membaca Al-Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar ra. bahwasannya Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;"Tidak boleh bagi yang sedang junub dan juga bagi yang sedang haid membaca Al-Quran. [HR. Tirmizi, Abu Daud, dan Ibnu Majah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berada di mesjid (i'tikaf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Haram atas suami mentalaq isterinya disaat isteri sedang haid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;"Suruhlah dia merujuk isterinya kembali, kemudian hendaklah ia tahan dulu sampai perempuan itu suci, kemudian ia haid lagi, kemudian ia suci lagi, sesudah itu kalau ia (Ibnu Umar) menghendaki teruskan perkawinan itu, dan itulah yang baik, dan jika menghendaki (talaq) boleh ditalaq sebelum dicampurinya." [HR Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Haram atas suami istri bersetubuh disaat isteri sengan haid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka bertanya kepadamu (hai Muhammad) tentang darah haid, katakanlah bahwa haid itu suatu penyakit oleh karena itu jauhilah perempuan-perempuan itu (isterimu) ketika mereka sedang haid dan jangan kamu dekati mereka sehingga mereka suci lebih dulu.." (QS. Al-Baqarah: 222)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://moeslimah.blogspot.com/2005/12/bagaiman-cara-bersuci-dari-haid-atau.html"&gt;Cara bersuci setelah haid.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-115397532603341052?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/115397532603341052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/115397532603341052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/07/haid.html' title='Haid'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-115112562766332509</id><published>2006-06-24T12:04:00.000+07:00</published><updated>2006-06-24T12:07:07.683+07:00</updated><title type='text'>Tips for a Better Husband and Wife Relationship</title><content type='html'>Although many Muslims may right now be in failing marriages and on a fast track to divorce and its terrible consequences, there are many ways to put their marriage back on the right track if the husband and wife are sincere in their desire to reconcile. The following principles can be used by Muslims whose marriages are already in trouble or by Muslims who would like to avoid trouble in their marriage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Examples of Negative Relationship of Husband &amp; Wife&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many Muslim husbands and wives treat each other like adversaries rather than partners. The husband feels that he is the boss, and whatever he says goes. The wife feels that she must squeeze everything she can out of her husband. Some wives never show their husband that they are satisfied with anything he does or buys for them in order to trick him into doing and buying more. They make him feel like a failure if he does not give them the lifestyle that their friends and families enjoy. Some husbands speak very harshly to their wives, humiliate them, and even physically abuse them. Their wives have no voice or opinion in the family.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Marriage In The Eyes of Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;It is very sad that this relationship which Allah (SWT) has established for the good has been made a source of contention, deception, trickery, tyranny, humiliation, and abuse. This is not the way marriage is supposed to be.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah (SWT) described marriage very differently in the Holy Quran: '. . . He created for you mates from among yourselves, that ye may dwell in tranquillity with them, and He has put love and mercy between your (hearts) . . . " (Holy Quran 30:21, Yusuf Ali Translation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Do not be a Tyrant&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regardless of whether or not Islam has made the husband the head of the household, Muslims are not supposed to be dictators and tyrants. We are taught to treat our wives well. The Prophet Muhammad (SAWS) was reported to have said: 'The most perfect Muslim in the matter of faith is one who has excellent behavior; and the best among you are those who behave best towards their wives" (From Mishkat al-Masabih, No. 0278(R) Transmitted by Tirmidhi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Be Partners in the Decision Making Process.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Follow the principle of 'Shura," and make decisions as a family. There will be much more harmony in the family when decisions are not imposed and everyone feels that they had some part in making them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Never be Emotionally&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never be emotionally, mentally, or physically abusive to your spouse. The Prophet (SAWS) never mistreated his wives. He is reported to have said: 'How could they beat their women in daytime as slaves and then sleep with them in the night?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Be Careful of Your Words&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be very careful what you say when you are upset. Sometimes you will say things that you would never say when you were not angry. If you are angry, wait until you calm down before continuing the conversation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Show Affection&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Show affection for your mate. Be kind, gentle, and loving.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Be Your Spouse's Friend&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Show interest in your mate's life. Too often, we live in the same house but know nothing about each other's lives. It would be great if the husband and wife could work together for the same cause or on the same project. They could perhaps establish a husband/wife prison ministry, take care of orphans in their home, or lead an Islamic weekend class.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Show Appreciation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Show appreciation for what your spouse does for the family. Never make your husband feel that he is not doing good enough for the family or that you are not satisfied with his work or his efforts, unless, of course, he is truly lazy and not even trying to provide for the family. The Prophet (SAWS) was reported to have said: 'On the Day of Judgment, God will not look upon the woman who has been ungrateful to her husband." (where is this hadith found) Show your wife that you appreciate her. If she takes care of the house and the children, don't take it for granted. It is hard work, and no one likes to feel unappreciated.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Work Together in the House&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Prophet (SAWS) is known to have helped his wives in the house. And if the Prophet (SAWS) was not above doing housework, modern Muslim husbands shouldn't feel that they are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Communication is Important&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Communication, Communication, Communication! This is the big word in counseling. And it should be. Husbands and wives need to talk to each other. It is better to deal with problems early and honestly than to let them pile up until an explosion occurs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Forget Past Problems&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't bring up past problems once they have been solved.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Live Simply&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't be jealous of those who seem to be living a more luxurious life than your family. The 'rizq" is from Allah (SWT). In order to develop the quality of contentment, look at those people who have less than you, not those who have more. Thank Allah (SWT) for the many blessings in your life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Give Your Spouse Time Alone&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If your mate doesn't want to be with you all the time, it doesn't mean he or she doesn't love you. People need to be alone for various reasons. Sometimes they want to read, to think about their problems, or just to relax. Don't make them feel that they are committing a sin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Admit Your Mistakes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you make a mistake, admit it. When your mate makes a mistake, excuse him or her easily. If possible, never go to sleep angry with each other.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Physical Relationship is Importan&lt;/span&gt;t&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be available to your mate sexually, and don't let your sexual relationship be characterized by selfishness. The Prophet (SAWS) was reported to have said: 'It is not appropriate that you fall upon your wives like a beast but you must send a message of love beforehand."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Have Meals Together&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Try to eat together as a family when possible. Show the cook and the dishwasher, whether it is the husband or the wife, appreciation for his or her efforts. The Prophet (SAWS) did not complain about food that was put before him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Be Mindful of Your discussion Topics&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never discuss with others things about your marriage that your spouse wouldn't like you to discuss, unless there is an Islamic reason to do so. Some husbands and wives, believe it or not, complain to others about their mate's physical appearance. This is a recipe for disaster. Information about your intimate relations should be kept between you and your spouse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many of us treat our spouses in ways that we would never treat others. With others, we try to be polite, kind, and patient. With our spouses, we often do not show these courtesies. Of course, we are usually with our spouses at our worst times --- when we are tired and frustrated after a hard day. After a bad day at the office, husbands usually come home angry and on edge. The wife has probably also had a hard day with the children and the housework. Wives and husbands should discuss this potential time bomb so that if they are short-tempered with each other during these times, they will understand the reasons rather than automatically thinking that their spouse no longer loves them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good marriages require patience, kindness, humility, sacrifice, empathy, love, understanding, forgiveness, and hard work. Following these principles should help any marriage to improve. The essence of them all can be summed up in one sentence: Always treat your spouse the way you would like to be treated. If you follow this rule, your marriage will have a much greater chance for success. If you discard this rule, failure is just around the corner.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-115112562766332509?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/115112562766332509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/115112562766332509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/06/tips-for-better-husband-and-wife.html' title='Tips for a Better Husband and Wife Relationship'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114723798838288280</id><published>2006-05-10T12:04:00.000+07:00</published><updated>2006-05-10T12:13:08.396+07:00</updated><title type='text'>Qasa</title><content type='html'>Salah seorang Ratu Mali di benua Afrika. Qasa adalah istri Raja Mansa Suleiman yang terkenal terkenal di abad 14. Ibnu Batuttah, seorang penjelajah terkemuka, menggambarkan betapa nama Qasa disebut sejajar dengan suaminya karena kepemimpinannya di negeri yang ketika itu terkaya di Benua Afrika, dan karena jasanya mengembangkan perdagangan, ilmu pengetahuan, seni serta membangun masjid-masjid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114723798838288280?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114723798838288280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114723798838288280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/05/qasa.html' title='Qasa'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114724137119206695</id><published>2006-05-09T13:03:00.000+07:00</published><updated>2006-05-10T13:09:31.196+07:00</updated><title type='text'>Saya adalah Ibu Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;21 Apr 2006 06:48 WIB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk rencana hari ini, dalam buku agenda tertulis: Membuat purchase order, meeting supplier, incoming inspection... Dan beberapa jadwal lainnya. Bukan, saya bukan karyawati kantoran. Saya hanya seorang isteri dengan profesi ibu rumah tangga. Rencana yang saya buat di atas pun sesungguhnya adalah agenda biasa berupa jadwal harian rumah tangga. Saya ibaratkan membuat daftar belanja kebutuhan sehari-hari dengan membuat purchase order; acara pergi ke pasar, supermarket, ataupun toserba saya istilahkan dengan meeting supplier; sedangkan incoming inspection adalah istilah untuk rapi-rapi rumah. Semua saya lakukan dengan tujuan agar lebih semangat dalam menjalani pekerjaan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu rumah tangga adalah profesi yang saya geluti semenjak berhenti kerja dari sebuah perusahaan. Saya menyebutnya profesi karena memang pekerjaan rumah tangga membutuhkan profesionalisme berupa keahlian, pengetahuan dan keterampilan sama dengan pekerjaan kantor lainnya. Jika di perusahaan saya hanya kebagian tugas mengurusi satu bagian yaitu general affair saja, ternyata di rumah tugas saya tidak hanya mentok di satu bagian. Di sini saya wajib berperan multiguna sebagai direktur, manajer, sekretaris sekaligus pekerja, yang tidak hanya bisa memahami, tapi juga harus bisa menguasai semua bagian. Yang semuannya nanti harus dilaporkan pada presiden direktur yaitu suami juga pada bagian komisaris tertinggi yaitu Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali berhenti bekerja dan menjalani perkerjaan sebagai ibu rumah tangga, sepertinya ada perasaan tidak betah dan malu untuk mengakui. Mengingat selama ini dalam benak saya telah terpatri pikiran bahwa menjadi wanita karir lebih baik dibandingkan ibu rumah tangga. Ternyata, setelah benar-benar terjun fulltime menjalani pekerjaan rumah tangga, pikiran saya berubah total. Pekerjaan yang semula saya anggap remeh ini ternyata tidak sesederhana seperti dalam bayangan saat menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan perangkat kasar berupa tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya yang diperlukan untuk mencuci, menyetrika, bebenah rumah. Tetapi dibutuhkan pula perangkat lunak berupa kelihaian sang otak dalam mengatur keuangan, mengolah makanan, meredam emosi yang ada serta beberapa perangkat lunak lainnya yang berhubungan dengan naluri keibuan berupa kelembutan, kesabaran untuk mengayomi rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ibu rumah tangga pun harus siap menjadi bodyguard yang dapat mendeteksi keadaan rumah tangga agar selalu adem, ayem, tentrem. Ditambah dengan waktu kerja yang harus siap sedia selama 24 jam, seorang ibu rumah tangga memerlukan ketahanan jiwa dan fisik yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam perusahaan saya bisa mengambil cuti untuk beristirahat, tetapi tidak begitu dalam profesi ibu rumah tangga. Profesi ini merupakan komitmen saya. Tidak bisa begitu saja ditinggalkan dengan alasan cuti, mengundurkan diri atau meminta pensiun dini karena cape ataupun tidak cocok dengan perkerjaan. Di sinilah karir saya ditempa. Saya adalah fasilator bagi berjalannya managemen rumah tangga. Semua harus terus dijalani dengan ikhlas dan ridha untuk mendapat `gaji` berupa palaha tak terhingga dari Allah swt. Juga `bonus` berupa surga jika patuh pada suami. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi ibu rumah tangga pun ternyata tidak menghambat potensi saya. Justru dengan memilih profesi ini, saya memiliki waktu yang lebih fleksible dalam mengembangakan potensi untuk meraih prestasi. Di antaranya saya dapat lulus Nihongo Nouryoku Shiken (Tes Kemampuan Bahasa Jepang) level satu setelah berusaha keras belajar di antara waktu luang yang ada, juga dapat mengembangkan hobi menulis. Siapa yang menyangka jika setelah menjadi ibu rumah tangga, saya justru diamanahi menjadi ketua di salah satu forum kepenulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bercermin dari ummahatul mukminin di antaranya Siti Khadijah ra., seorang ibu rumah tangga yang dapat berperan besar terhadap kesuksesan sang suami Rasulullah saw. Meski tak menonjolkan diri, tetapi daya dukungannya begitu kuat. Begitupula dengan puteri tercinta Rasulullah saw yaitu Fatimah ra., yang tangannya selalu membekas karena sering menumbuk, pundaknya pun membekas karena sering menjinjing air dengan kendi, bajunya selalu berdebu karena sering menyapu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pernah Rasulullah saw berkata pada Fatimah ra. untuk menghiburnya, "Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah swt. menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah swt. akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Perempuan mana yang menghamparkan tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), Teruskanlah amalmu maka Allah swt telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa saya menemukan keagungan dalam pekerjaan ini. Sebuah profesi yang tidak bisa digantikan oleh siapapun selain saya sendiri - ibu rumah tangga. Tidak salah jika kini, saya begitu bangga dengan profesi ini. Jika ada yang bertanya apa pekerjaan anda? Tanpa ragu lagi akan keluar jawaban, "Saya adalah ibu rumah tangga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Renungan diri &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt style="font-style: italic;"&gt;oleh: Lizsa Anggraeny &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, aishliz et yahoo.com.sg, FLP Jepang]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114724137119206695?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114724137119206695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114724137119206695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/05/saya-adalah-ibu-rumah-tangga.html' title='Saya adalah Ibu Rumah Tangga'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114690378800397171</id><published>2006-05-06T16:17:00.000+07:00</published><updated>2006-05-06T15:23:08.006+07:00</updated><title type='text'>Muslimah Indonesia : Hati-hati godaan konsumerisme</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah nasehat dari &lt;a href="http://moeslimah.blogspot.com/2006/05/ingrid-mattson-si-cerdas-yang.html"&gt;Ingrid Mattson&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya ingin menasehati Muslim di Indonesia untuk berhati-hati menghadapi sejumlah permasalahan serius akibat modernisasi dan industrialisasi. Saya sedih melihat begitu banyak sungai dan seluran air di Jawa yang terpolusi, melihat sampah dan kotoran di jalan dan melihat pabrik-pabrik menyemburkan asap beracun ke udara. Allah memberi manusia tanggung jawab untuk melindungi bumi ini dan agaknya kita tidak melaksanakan tugas ini dengan baik. Malahan, kita saat ini sedang menghancurkan bumi. Akibatnya, semua orang akan menderita secara fisik, mental, dan spiritual. Islam adalah agama yang suci dan mencintai kesucian (taharah dan tazkiyyah) dan Nabi Muhammad SAW sendiri pernah berkata, "Allah itu indah dan cinta keindahan." Jadi, saya ingin mengajak para brothers dan sisters di Indonesia untuk memegang tanggung jawab ini dengan sungguh-sungguh dan untuk bekerja menciptakan lingkungan yang bersih dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menasehati my sisters untuk berhati-hati menghadapi godaan-godaan konsumerisme. Kita semua suka baju, perhiasan, dan perabot yang bagus. Kita semua ingin membahagiakan anak-anak dengan memberi mereka pakaian dan mainan yang bagus. Tapi kita juga harus hati-hati jangan sampai tertipu sehingga mengira bahwa banyak berbelanja membawa kebahagiaan. Padahal kebahagiaan hanya bisa kita dapatkan bila memiliki hatiyang baik dan penuh kasih sayang, dan selalu tunduk kapada Allah. Kita justru akan lebih bahagia kalau berbagi denga kaum dhuafa, daripada kalau kita hambur-hamburkan uang  untuk barang-barnang yang tidak akan kita pakai lagi dalam waktu dekat. Sewaktu di Jakarta saya sedih sekali melihat kondisi kaum miskin di sana. Padahal, adalah kewajiban agama kita sebagai Muslim untuk menolong tetangga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[sumber: Majalah Alia] &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114690378800397171?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114690378800397171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114690378800397171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/05/muslimah-indonesia-hati-hati-godaan.html' title='Muslimah Indonesia : Hati-hati godaan konsumerisme'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114690368904458601</id><published>2006-05-06T15:17:00.000+07:00</published><updated>2006-05-06T15:21:29.056+07:00</updated><title type='text'>Ingrid Mattson : Si Cerdas yang Berdakwah di Dunia Ilmu</title><content type='html'>Ingrid dibesarkan dalam lingkungan Kristen di Kitchener, Ontario, Kanada. Ayahnya seorang pengacara pidana sementara ibunya bekerja di rumah membesarkan ke-7 anaknya. Ingrid berhenti pergi ke gereja pada usia 16 tahun dengan alasan tidak bisa lagi percaya dengan apa yang diajarkan oleh gereja. Di University of Waterloo pada pertengahan tahun 1980 dia mempelajari seni dan filsafat, yang menekankan kebebasan seseorang unuk memilih, dan yang lalu menjadi bekalnya mengambil pilihan penting dalam hidupnya : Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pilihan-pilihan Anda mencerminkan siapa diri Anda. Meski ada keterbatasan, tapi selalu tersedia kesempatan untuk memilih yang terbaik," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, "penekanan Islam pada tanggung jawab manusia, yaitu memilih yang baik dari yang salah, sungguh masuk akal bagi saya. Artinya, mendidik manusia untuk memiliki tanggung jawan, justru akan menciptakan ketenangan bagi dirinya." Ingrid akhrinya menyadari dan yakin adanya Allah setelah membaca Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1988-1989 menjadi pekerja sosial dan mengajar anak-anak pengungsi Afghanistan serta berusaha memperbaiki kondisi orang-orang terusir yang hidup di kamp pengungsi di Peshawar, Pakistan. Ingrid meraih doktor pada tahun 1999 di bidang studi Islam di University of Chicago dengan disertasi mengenai perbudakan dalam Islam. Kini dia sibuk mengajar, melakukan penelitian, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Dia memiliki satu anak perempuan, Soumayya dan satu anak laki-laki, Ubayda. Ingrid bertemu dengan suaminya, Amer Aetak, seorang insinyur dari Mesir, saat bekerja di kamp pengungsi di Pakistan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114690368904458601?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114690368904458601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114690368904458601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/05/ingrid-mattson-si-cerdas-yang.html' title='Ingrid Mattson : Si Cerdas yang Berdakwah di Dunia Ilmu'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114367623503450158</id><published>2006-03-30T06:47:00.000+07:00</published><updated>2006-03-30T06:50:35.053+07:00</updated><title type='text'>Engkau Telah Mulia dengan Menjadi Seorang Muslimah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Allah kelak akan menjadikan kelapangan setelah kesempitan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Putus asakah engkau melihat kebebasan hati, lalu di mana Allah dan ketentuan-Nya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua musibah yang menimpa atas kehendak Allah menjadi penebus dosa dengan seizing-Nya. Bergembiralah dengan apa yang tertulis dalam hadis Rasulullah saw: “Apabila seorang perempuan taat kepada Tuhannya,mendirikan shalat lima waktu (yang menjadi kewajibannya), dan menjaga kehormatannya, maka ia akan masuk surga Tuhannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu adalah perkara yang mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Allah. Oleh karena itu saudariku, laksanakanlah amalan-amalan yang agung tersebut, agar engkau dapat menemui Tuhan Yang Maha Pengasih, berjalan sesuai dengan al-Quran dan sunnah Nabi-nya, niscaya engkau akan menjadi seorang muslimah sejati. Dan itu, kemuliaan yang agung dan kebanggaan yang tak terkira. Orang selain dirimu dilahirkan di Negara-negara kafir, sebagai seorang Nashrani, Yahudi, Komunis, dan agama lainnya yang menyimpang dari agama Islam. Sementara engkau, telah dipilih Allah menjadi seorang muslimah, untuk menjadi salah seorang pengikut Muhammad saw yang meneladani jejak langkah Aisyah ra, Khadijah ra, dan Fatimah ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat buatmu! Engkau mendirikan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, melaksanakan ibadah haji dan memakai hijab. Selamat bagimu! Engakau rela menjadikan Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammas saw sebagai Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pencerahan: Emas adalah agamamu, perhiasan adlah budi pekertimu, dan hartamu adalah sopan santunmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Dikutip dari ‘Menjadi Wanita Paling Bahagia’; Penulis DR. Aidh al-Qarni; Penerbit Qisthi Press]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114367623503450158?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114367623503450158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114367623503450158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/engkau-telah-mulia-dengan-menjadi.html' title='Engkau Telah Mulia dengan Menjadi Seorang Muslimah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114318110202882554</id><published>2006-03-24T12:53:00.000+07:00</published><updated>2006-03-24T13:18:22.053+07:00</updated><title type='text'>Jilbab - jilbab Muslimah</title><content type='html'>&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Contoh cara berjilbab yang salah :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_salah_01.jpg" alt="contoh berjilbab yang salah" border="0" /&gt; &lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_salah_02.jpg" alt="contoh berjilbab yang salah" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_salah_03.jpg" alt="contoh berjilbab yang salah" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Contoh cara berjilbab yang benar :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_benar_03.jpg" alt="contoh berjilbab yang benar" border="0" /&gt; &lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_benar_02.jpg" alt="contoh berjilbab yang benar" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114318110202882554?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114318110202882554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114318110202882554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/jilbab-jilbab-muslimah.html' title='Jilbab - jilbab Muslimah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/th_jilbab_salah_01.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114239272256199887</id><published>2006-03-15T10:13:00.000+07:00</published><updated>2006-03-15T10:18:42.580+07:00</updated><title type='text'>Calon Suami Islami</title><content type='html'>&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6126/69/320/lelaki_itu.jpg" alt="lelaki itu?" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apakah lelaki sebagai calon suami yang layak diterima pinangannya? Ada beberapa syarat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Syarat-syarat Primer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keimanan dan Akhlak&lt;br /&gt;Keimanan dan akhlak adalah aspek-aspek terpenting yang harus diperhatikan dalam mencari calon suami. Dua aspek inilah yang biasanya dapat menjadikan seorang suami memiliki akidah yang kuat, ketakwaan yang cukup sempurna, kesucian batin, terhindar dari kemaksiatan, dan penyimpangan. Suami yang beriman dan berakhlak baik [InsyaAllah] tidak akan menzalimi istri dan anak-anaknya. Ia takut kepada Allah Swt. untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kemampuan dan Kesanggupan Mencari Nafkah&lt;br /&gt;Secara tegas Islam menuntut suami untuk bertanggung jawab dalam hal urusan finansial. Dengan demikian, seorang laki-laki harus mampu melakukan hal itu dan memiliki pekerjaan untuk memperoleh nafkah yang halal. Untuk mendapatkan suami yang seperti itu, calon istri yang cerdas harus menerima pelamar yang berasal dari keluarga yang baik, terdidik, dan tidak mempunyai rasa gengsi [dalam berusaha / bekerja]. "Sembilan puluh sembilan" persen keadaan finansial keluarga mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Syarat-syarat Sekunder&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keilmuan dan Status Sosial&lt;br /&gt;Kita tidak mungkin menafikan aspek keilmuan dan status sosial laki-laki. Aspek keilmuan dan kebudayaan laki-laki tidak mendatangkan kebahagiaan suami-istri secara mutlak. Hal yang terpenting adalah keuletan dan kecerdikan mengolah kehidupan suami-istri. Sebab, berumah tangga adalah seni kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kekayaan&lt;br /&gt;Aspek ekonomi adalah penting dalam memilih suami. Namun, Islam menganjurkan agar tidak menolak pemuda yang memiliki sifat-sifat keimanan dan akhlak yang tinggi tetapi sederhana dalam harta. Tidak ada gunanya suami yang sangat kaya tetapi ia tidak memiliki rasa kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketampanan dan Keindahan&lt;br /&gt;Ketampanan dan keindahan merupakan dua hal yang dituntut dalam pernikahan. Keduanya memberikan pengaruh yang jelas pada generasi baru. Namun, perlu diingat, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa laki-laki yang tampan secara fisik adalah suami yang ideal. Bahkan, tidak jarang seorang istri merasa stres gara-gara suaminya banyak yang mengagumi karena ketampanannya. Lain halnya dengan benda kurang bagus dan tidak 'bermodel' : cukup jarang peminatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lamaran yang Layak Diterima dan yang Harus Ditolak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang laki-laki mengajukan lamaran kepda seorang wanita, maka tanyakanlah pada laki-laki tersebut tentang tujuannya menikah. Lalu, tanyakan kepadanya mengapa ia melamar? Mintalah jawabannya dengan jujur : Tidak dibuat-buat! Apakah karena kecantikannya, status sosial, kekayaan ayahnya, atau ke-centilan-nya? Ataukah tujuannya adalah kekayaan ruhaniah dan spiritual, menginginkan kemuliaan dan kemanusiaan, atau ia tidak mempedulikan masalah-masalah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dan kerabat lainnya harus dilibatkan dalam "mengkaji" keadaan pelamar dari seluruhnya aspeknya. Setelah itu, barulah ia dapat mengambil keputusan akhir yang harus benar-benar terhindar dari "sentimen rasa" dan subjektivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelamar yang harus ditolak secara tegas oleh calon istri yang cerdas adalah pemuda yang lemah iman dan pencandu minuman keras. Harus ditolak pelamar yang tidak memiliki kepedulian, tidak bisa dipercaya, dan tidak mau bertanggung jawab. Harus ditolak juga pelamar yang seluruh wataknya bertolak belakang dengan watak dan akhlak wanita itu, yang memaksa untuk menerapkan pemikirannya, dan tidak membuka peluang untuk berdiskusi. Selanjutnya, pelamar yang boleh ditolak adalah yang memiliki perbedaan usia yang sangat jauh karena hal itu kadang-kadang menimbulkan masalah-masalah yang berpengaruh terhadap keturunan yang akan datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114239272256199887?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114239272256199887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114239272256199887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/calon-suami-islami.html' title='Calon Suami Islami'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114180008053993313</id><published>2006-03-08T11:12:00.016+07:00</published><updated>2006-03-08T13:52:01.680+07:00</updated><title type='text'>Khaulah binti Malik bin Tsa'labah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. 2:45, 58:1-4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kaulah bersuamikan Aus bin Shamit, seseorang lelaki tua yang miskin dan kasar perangainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dia seorang wanita yang fasih dan indah perkataannya. Dia selalu berhubungan dengan Allah SWT. Tidak kehilangan imannya kepadaAllah di saat-saat yang paling sulit. Akan tetapi dia mengadukan ke-pada Allah dan Rasul-Nya. Kami ketengahkan kisah Khaulah bersama suaminya di hadapan para suami dan isteri ketika terjadi perselisihan, perdebatan, perbantahan dan pertengkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaulah berkata :"Demi Allah, mengenai aku dan Aus bin Shamit, Allah Azza wa Jalla menurunkan awal surah Al Mujaadilah. Dia berkata :"Ketika itu aku sedang berada di dekatnya. Dia adalah orang tua yang buruk kelakuannya dan sudah jemu." Khaulah berkata :"Pada suatu haridia masuk kepadaku, lalu aku membantahnya karena sesuatu hal sehingga dia marah dan berkata :"Engkau terhadapku seperti punggung ibuku."Kemudian dia keluar, lalu duduk di tempat pertemuan kaumnya sesaat,setelah itu dia masuk dan menginginkan diriku. Maka aku katakan :Sekali-kali jangan. Demi Allah yang menguasai nyawaku, jangan lolos kepadaku sementara engkau telah mengatakan apa yang engkau katakan,hingga Allah dan Rasul-Nya memberi keputusan tentang kita." Khaulah berkata : "Dia memaksaku, namun aku menolak. Aku berhasil mengalahkannya, sebagaimana halnya wanita yang berhasil mengalahkan laki-laki tua, maka aku berhasil menyingkirkannya dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku keluar menemui Rasulullah SAW, lalu duduk di hadapan beliau dan aku ceritakan kepada beliau perlakuan sang suami terhadap diriku. Aku adukan kepada beliau perlakuan buruk yang aku terima dari suamiku." Khaulah berkata :"Rasulullah SAW hanya bersabda :"Wahai,Khuwailah, putera pamanmu seorang tua yang sudah lanjut usianya, maka takutlah engkau kepada Allah." Khaulah berkata :"Demi Allah, begitu aku pergi, turun Al-Qur'an mengenai diriku. Rasulullah SAW mengalami sesuatu yang biasa dialaminya, kemudian terbebas darinya. Maka beliau bersabda :"WahaiKhuwailah, Allah telah menurunkan wahyu mengenai dirimu dan temanmu.Kemudian beliau membacakan surah Al Mujaadilah : "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang menzihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka.Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Orang-orang yang menzihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, mereka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerja-kan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya)berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin.Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah; bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih."(Q.S. Al-Mujaadilah, 58:1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaulah berkata :"Kemudian Rasulullah SAW bersabda : Suruhlah dia membebaskan seorang budak. Maka aku katakan : Demi Allah, wahaiRasulullah, dia tidak punya budak untuk dibebaskan. Nabi SAW bersabda :Suruhlah dia berpuasa dua bulan berturut-turut. Maka aku katakan : DemiAllah, sesungguhnya dia seorang tua renta yang tidak berdaya. Nabi SAW bersabda : Suruhlah dia memberi makan orang miskin sebanyak 60 sha' kurma.Maka aku katakan : Wahai, Rasulullah, dia tidak mempunyai makanan sebanyak itu. Maka Rasulullah SAW bersabda : Kami akan membantumu dengan serangkai kurma. Maka aku katakan : Wahai Rasulullah, aku akan membantunya dengan serangkai kurma lagi. Kemudian Rasulullah SAW bersabda : Engkau berbuat benar dan baik. Pergilah dan sedekahkan kurma itu baginya, kemudian perlakukan putera pamanmu dengan baik. Maka aku pun melakukannya."["Al-Ishaabah, juz 8, halaman 618-620]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dia, Khaulah. Di dalam kisahnya terdapat pelajaran tentang kerukunan hidup suami isteri dan keikutsertaan dalam memperbaiki perpecahan dan pemeliharaan hubungan kerabat serta ketuaan usia antara suami isteri.Diriwayatkan, bahwa Umar bin Khaththab r.a. berjumpa dengannya di masa khilafahnya, ketika dia sedang menunggang seekor keledai dan orang-orang disekelilingnya. Kemudian Khaulah menyuruhnya berhenti dan menasihatinya.Lalu dikatakan kepada Umar r.a. :"Apakah engkau bersikap demikian terhadap perempuan tua ini ?" Umar berkata :"Tahukah kalian, siapa wanita tua ini ?Dia adalah Khaulah binti Tsa'labah. Allah SWT mendengar perkataannya dariatas tujuh lapis langit. Apakah Tuhan semesta alam mendengar perkataannya,sedangkan Umar tidak mendengarnya ?" [Husnul Uswah bimaa Tsabata Minallaahiwa Rasuulihi fin Niswah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaulah tidak mengandalkan kekerasan dan tidak berpikir mengenai kejahatan, karena itu bukan akhlaq Islam. Akan tetapi dia mencari penyelesaian di sisi Allah dan Rasul-nya, dan mengadukan perkaranya kepada Allah SWT yang menciptakannya, agar menghilangkan kesusahannya dan memberi kemudahan sesudah kesulitan. Jika Anda ingin mendengarnya ketika menyampaikan keluhan kepada Rasulullah SAW, maka marilah kita baca hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al-Hakim, dan disahihkannya, dan Baihaqi serta lainnya dari 'Aisyah r.a., dia berkata : "Maha Suci Allah yang pendengaran-Nya mendengar segala sesuatu.Sungguh aku mendengar perkataan Khaulah binti Tsa'labah dan sebagiannya tidak bisa kudengar ketika dia mengadukan suaminya kepada Rasulullah SAWdan berkata : Wahai Rasulullah, dia menghabiskan masa mudaku dan aku banyak melahirkan anak untuknya. Setelah usiaku menjadi tua dan aku berhenti melahirkan, dia melakukan zihar terhadapku. Ya, Allah, aku mengeluhkepada-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaulah berkata :"Begitu aku pergi, Jibril a.s. turun membawa ayat-ayat ini." [Surah Al-Mujaadilah] Nabi SAW telah berwasiat agar memperlakukan para wanita dengan baik dan beliau adalah teladan tertinggi dalam memperlakukan isteri-isterinya.Nabi SAW bersabda mengenai hal itu : "Tidaklah orang Mu'min mendapat faedah sesudah taqwa kepada Allah yang lebih baik daripada isteri yang sholeh. Jika dia menyuruhnya, maka sang isteri menaatinya. Jika dia memandang kepadanya,sang isteri menyenangkannya. Jika dia bersumpah kepadanya, maka sang isteri melakukannya. Jika dia tidak ada di rumah, sang isteri memelihara harta dan kehormatan suaminya." Nabi SAW bersabada : "Orang Mu'min yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaqnya, dan sebaik-baik kamu adalah yangterbaik terhadap isterinya." ["Kanzul 'Ummaal (9/258-261)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW juga bersabda dalam akhir sebuah khotbahnya :"Perlakukan para wanita dengan baik." Dari Amru Ibnul Ahwash di sebuah hadits panjang dalam menceritakan haji Wada', dari Nabi SAW, beliau bersabda :"Perlakukanlah para isteri dengan baik, karena mereka adalah tawanan pada kalian. Kalian tidak berkuasa sedikit pun atas mereka selain itu, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji. Jika mereka melakukannya, maka jauhilah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkannya. Jika mereka taat kepada kalian, maka janganlah mencari jalan untuk menyakiti hati mereka. Ketahuilah, bahwa kamu mempunyai hak pada isteri-isterimu dan isteri-isterimu mempunyai hak kepada kalian. Adapun hak kalian pada isteri-isterimu, maka mereka tidak boleh mengizinkan orang-orang yang tidak kalian sukai menginjak tempat tidurnya dan tidak boleh mengizinkan orang-orang yang tidak kamu sukai memasuki rumah-rumah kalian. Ketahuilah,sesungguhnya hak mereka pada kalian adalah kalian beri pakaian dan makanan yang baik kepada mereka." (HR. Tirmidzi dan disahihkannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[sumber: isnet dot org]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114180008053993313?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114180008053993313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114180008053993313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/khaulah-binti-malik-bin-tsalabah.html' title='Khaulah binti Malik bin Tsa&apos;labah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179992623077059</id><published>2006-03-08T11:12:00.015+07:00</published><updated>2006-03-08T13:38:46.236+07:00</updated><title type='text'>Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abi Mu'aith</title><content type='html'>Kehidupannya (Ummu Kultsum) adalah contoh pengorbanan dan jihad fi sabilillah (di jalan Allah). Dalam Thabaqaat Ibnu Sa'ad berkata :"Dia adalah wanita pertama yang hijrah ke Madinah setelah hijrah Nabi SAW dan para shahabatnya. Kami tidak mengetahui seorang wanita Muslim Quraisy yang keluar dari kedua orang tuanya dan hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kecuali Ummu Kultsum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia keluar dari Mekkah sendirian dan ditemani oleh seorang laki-laki dari Khuza'ah hingga tiba di Madinah pada waktu gencatan senjata. Dia dikejar oleh kedua orang saudaranya. Kedua orang itu tiba pada hari kedua setelah kedatangannya. Keduanya berkata :"Hai Muhammad, kami menuntuk syarat, maka penuhilah syarat itu." Maka Ummu Kultsum berkata :"Wahai, Rasulullah, aku seorang wanita. Wanita itu lemah. Aku khawatir mereka mengganggu dalam agamaku,sedangkan aku tidak sabar, sehingga Allah membatalkan janji pada wanita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah SWT menurunkan ayat Imtihan (ujian) dan memutuskan dengan keputusan yang mereka sama-sama menyepakatinya. Disebutkan :"Hai, orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu wanita yang beriman, maka hendaklah kami uji (keimanan) mereka...." dan seterusnya, dua ayat (QS. Al-Mumtahanah, 60:10-11) Kemudian Rasulullah SAW menguji dia dan wanita-wanita sesudahnya : "Tidaklah kalian keluar, kecuali karena cinta Allah dan Rasul-Nya serta Islam, bukan karena cinta suami dan harta." Apabila mereka&lt;br /&gt;mengatakan hal itu, maka mereka tidak dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Sa'ad berkata : Karena tidak mempunyai suami di Mekkah, maka dia pun dinikahi oleh Zaid, Az-Zubair, Abdurrahman bin Auf, lalu Amru bin Ash, kemudian wafat sebagai isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, ketika masih muda dan belum menikah, dia tidak pernah berpisah dari ayah-bundanya. Kemudian iman memasuki hatinya, maka dia keluar dari Mekkah sendirian dan hijrah kepada Allah dan RasulNya SAW. Kedua saudaranya mengejar untuk mengajak dia kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu Rasulullah SAW telah berdamai dengan Quraisy pada persetujuan Hudaibiah dengan syarat beliau setuju mengembalikan orang-orang Muslim yang datang kepada mereka. Ketika para wanita datang kepadanya, Allah tidak setuju Nabi SAW mengembalikan kepada kaum Musyrikin, maka turunlah ayat-ayat yang menyuruh menguji mereka :(Maka ujilah keimanan&lt;br /&gt;mereka) dengan bersumpah :Apakah mereka wanita Muslim yang sebenarnya atau tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adalah Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abi Mu'aith termasuk orang- orang yang keluar kepada Rasulullah SAW dan waktu itu dia masih muda belia. Kemudian keluarganya datang meminta kepada Rasulullah SAW agar mengembalikan kepada mereka, sehingga Allah SWT menurunkan ayat-ayat tentang wanita-wanita beriman." (HR Bukhari dari Al-Miswar bin Makhramah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Siyar A'laamin Nubala', Imam Adz-Dzahabi berkata :Ummu Kultsum bin Uqbah bin Abi Mu'aith masuk Islam dan berbai'at. Dia tidak sempat hijrah hingga tahun 7 Hijriah, dan keluarnya di jaman perdamaian Hudaibiah. Kedua saudaranya adalah :"Al-Walid dan Ammaroh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Kultsum lulus dalam ujian dan berhasil menyelamatkan agamanya dari kaumnya. Diriwayatkan :Ujian itu dilakukan dengan cara mengucapkan sumpah :"Aku tidak keluar,kecuali karena mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan aku tidak keluar untuk mencari dunia maupun membenci suami." Ada yang menga- takan :"Kami bersaksi dengan perkataan yang baik. Aku telah bersaksi di hadapan beberapa saksi : Sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa&lt;br /&gt;Muhammad adalah Rasulullah SAW."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Kultsum mempunyai kedudukan mulia di antara kaum Muslimin. Hal itu menjadi jelas dari riwayat sebagaimana dalam Al-Ishaabah dan diriwayat- kan oleh Ibnu Mandah, bahwa Umar bin Khaththab r.a. bertanya kepada Ummu Kultsum binti Uqbah, isteri Abdurrahman bin Auf :"Apakah Rasulullah SAW berkata kepadamu :"Nikahilah pemimpin kaum Muslimin, Abdurrahman bin Auf ?" Ummu Kultsum menjawab:"Ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haditsnya terdapat dalam Shahihain dan ketiga kitab Sunan, dia berkata :"Aku tidak mendengar Nabi SAW mengizinkan suatu dusta dalam perkataan yang diucapkan orang-orang, kecuali dalam tiga perkara.... alhadits." Nasai meriwayatkan sebuah haditsnya yang lain dalam Al-Kubra, mengenai keutamaan :"Qul huwallaahu ahad."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Kultsum meriwayatkan dari Nabi SAW 10 hadits, di antaranya sebuah hadits diriwayatkan dalah shahihain, yang disepakati Bukhari dan Muslim. Ummu Kultsum binti Uqbah telah beriman sendirian, tanpa seorang laki-laki pun di rumahnya. Dia tinggalkan tempat pingitan dan keamanan&lt;br /&gt;serta ketenangannya di bawah kegelapan seorang diri. Kedua kakinya berjalan melalui gunung-gunung dan padang pasir di antara Mekkah dan Madinah, menuju tempat perlindungan agama dan negeri hijrahnya. Dia berhijrah kepada Rasul Allah SAW kemudian disusul oleh ibunya yang mengikuti jejak dan berhijrah seperti dia. Dia tinggalkan para pemuda dalam keluarganya dan orang-orang tua mereka yang tetap terombang-ambing dalam kesesatannya. [Al-Ishaabah,&lt;br /&gt;juz 8, halaman 275].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata Ummu Kultsum kepada Rasulullah SAW akan tetap menjadi cahaya yang menerangi jalan bagi setiap wanita muda yang beriman kepada Tuhannya :"Wahai, Rasulullah, apakah Anda akan kembalikan aku kepada orang-orang kafir yang menggangguku, supaya aku tinggalkan agamaku, sedang- kan aku tidak bisa bersabar ? Dan bukankah telah Anda ketahui keadaan wanita yang lemah ? Sesungguhnya ada perjanjian yang menyebutkan syarat untuk me- nolak setiap orang yang masuk Islam dari Mekkah dan berhijrah ke Medinah, baik laki-laki maupun perempuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka turunlah ayat Al-Qur'an :"Apabila datang kepadamu wanita- wanita beriman yang berhijrah, maka ujilah (keimanan) mereka." Maka Nabi SAW bersabda :"Demi Allah, tidaklah kalian keluar, kecuali karena mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya SAW serta Islam. Kalian tidak keluar karena suami maupun harta. Apabila mereka ucapkan itu, maka mereka tidak kembali kepada orang-orang kafir." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[sumber: isnet dot org]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179992623077059?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179992623077059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179992623077059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/ummu-kultsum-binti-uqbah-bin-abi.html' title='Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abi Mu&apos;aith'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179976210775368</id><published>2006-03-08T11:12:00.014+07:00</published><updated>2006-03-08T13:36:02.110+07:00</updated><title type='text'>Ummul Mu'minin Saudah binti Zam'ah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dia  adalah wanita pertama yang dinikahi Nabi SAW sesudah Khadijah r.a. dan dia  sendiri yang bersama Nabi SAW selama kurang lebih 3 tahun sehingga beliau  berumah tangga dengan 'Aisyah r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah para sahabat -radhiyallahu  'anhum- memperhatikan kesendirian Nabi SAW sesudah Khadijah r.a. wafat dan  berharap kiranya beliau menikah, barangkali dalam pernikahan itu ada yang  menghibur kesendiriannya. Akan tetapi, siapa yang berani bicara kepada beliau  soal itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaulah binti Hakim maju untuk melakukan tugas itu. Maka dia  berbicara kepada Rasul SAW dan menawarkan 'Aisyah binti Ash- Shiddiq r.a. namun  dia masih kecil. Maka biarlah dia dipinang, kemudian ditunggu hingga dewasa.  Akan tetapi, siapakah yang akan memperhatikan urusan-urusan Nabi SAW dan  melayani putri-putri serta memenuhi rumah beliau ? Pernikahan dengan 'Aisyah  tidak akan berlangsung sebelum 2 atau 3 tahun lagi. Siapakah gerangan wanita  yang memimpin urusan-urusan Nabi SAW dan memelihara putri-putrinya ? Dia adalah  Saudah binti Zam'ah dari bani Ady bin Najjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul SAW mengizinkan  Khaulah meminang keduanya. Pertama Khaulah datang ke rumah Abu Bakar r.a., lalu  ke rumah Zam'ah. Dia menemui puterinya, Saudah, dan berkata : "Kebaikan dan  berkah apa yang dimasukkan Allah kepadamu, wahai Saudah ?" Saudah bertanya  karena tidak tahu maksudnya, "Apakah itu, wahai Khaulah ?" Khaulah menjawab  :"Rasulullah SAW mengutus aku untuk meminangmu." Saudah berkata dengan suara  gemetar, "Aku berharap engkau masuk kepada ayahku dan menceritakan hal itu  kepadanya." Maka terjadi kesepakatan dan berlangsunglah  pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudah mengalami situasi yang menyebabkan Rasulullah SAW  mengulurkan tangannya yang penyayang untuk menolong masa tua dan meringankan  kekerasan hidup yang dirasakan oleh Saudah. Saudah telah hijrah ke Habasyah  untuk menyelamatkan agama bersama suami, putra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;pamannya. Kemudian suaminya meninggal sebagai muhajir  dan Saudah tinggal sendirian. Saudah menjadi janda yang hidup di tanah  perantauan sebelum tiba di Ummul Qura. Rasul SAW telah terkesan oleh wanita  muhajir yang mu'min dan janda itu. Ternyata, Saudah setuju untuk menikah dengan  Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudah menjadi ibu rumah tangga di rumah suaminya, Rasul  SAW sampai 'Aisyah r.a. datang ke rumah kenabian. Dia mengetahui kedudukan  'Aisyah terhadap hati Nabi SAW. Maka dia berikan harinya kepada 'Aisyah dan  melapangkan tempat pertama baginya di dalam rumah. Saudah berupaya sekuat tenaga  untuk mendapatkan keridhoan pengantin yang masih muda dan menyenangkannya  ('Aisyah). Setelah menginjak masa tua yang dingin, Saudah sangat berharap untuk  tetap menjadi isteri Rasulullah SAW di dunia dan di akhirat serta tidak  diharamkan dari kemuliaan yang besar ini, sekalipun dia berikan harinya kepada  'Aisyah setelah merasa dia tidak menginginkan apa yang biasa diinginkan kaum  wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudah hidup bekerja keras dalam mengurusi rumah kenabian,  sementara hatinya sarat dengan keridhoan dan iman hingga Nabi SAW pergi  menghadap Tuhannya. Saudah wafat dalam masa khilafah Umar ibnul Khaththab r.a.  'Aisyah r.a. sering menyebut kebaikan dan memujinya atas kebaikan itu. Dia  berkata, "Tidak seorang pun yang lebih aku sukai dalam dirinya daripada Saudah  binti Zam'ah, hanya saja dia agak keras wataknya." [Al-Istii'aab  4/1867]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Saudah wafat, Ibnu Abbas sujud. Ditanyakan kepadanya  mengenai hal itu, maka dia menjawab, "Rasulullah SAW bersabda : "Apabila kamu  melihat suatu tanda, maka sujudlah." Dan tanda ketika wafatnya isteri-isteri  Nabi SAW itulah yang menyebabkan dia bersujud. [Thabaqat Ibnu Sa'ad, Al-Ishaabah  oleh Ibnu Hajar dan Usudul Ghaabah oleh Ibnu Atsiir]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudah meriwayatkan  lima hadits dari Rasulullah SAW. Di antaranya satu hadits diriwayatkan dalam  Sahihain [Ibnul Jauzil, Al- Mujtanaa]. Dalam satu riwayat, bahwa Bukhari  meriwayatkan dari Saudah dua hadits. [Al-Maqdisi, Al-Kamaal bii Ma'rifatir  Rijaal]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT merahmatinya. Saudah menyukai sedekah dan  berbudi luhur. Dari 'Aisyah r.a. dia berkata : "Bahwa sebagian isteri- isteri  Nabi SAW berkata, "Wahai Rasulullah, siapakah di antaraa kami yang paling cepat  menyusulmu ?" Nabi SAW menjawab, "Yang terpanjang tangannya di antara kalian."  Kemudian mereka mengambil tongkat untuk mengukur tangan mereka. Ternyata, Saudah  adalah orang yang terpanjang tangannya di antara mereka. Kemudian kami  mengetahui, bahwa maksud dari panjang tanganya adalah suka sedekah. Saudah  memang suka memberi sedekah dan dia yang paling cepat menyusulnya di antara  kami." (H.R. Syaikhain dan Nasai). Dalam suatu riwayat lain oleh Muslim :"Yang  paling cepat menyusulku di antara kalian adalah yang terpanjang tangannya di  antara kalian." 'Aisyah berkata, "Mereka saling mengukur siapa di antara mereka  yang terpanjang tangannya. Ternyata yang terpanjang tangannya di antara kami  adalah Zainab, karena dia melakukan pekerjaan tangan dan mengeluarkan sedekah."  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-style: italic;"&gt;[sumber: isnet dot org]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179976210775368?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179976210775368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179976210775368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/ummul-muminin-saudah-binti-zamah.html' title='Ummul Mu&apos;minin Saudah binti Zam&apos;ah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179951339457567</id><published>2006-03-08T11:12:00.013+07:00</published><updated>2006-03-08T13:31:53.400+07:00</updated><title type='text'>Asma' binti Abu Bakar Ash-Shiddiq</title><content type='html'>Dia seorang wanita muhajir yang mulia dan tokoh yang besar karena akal dan kemuliaan jiwa serta kemauannya yang kuat. Asma' dilahirkan tahun 27 sebelum Hijrah. Asma' 10 tahun lebih tua daripada saudaranya seayah, Aisyah, Ummul Mu'minin dan dia adalah saudara sekandung dari Abdullah bin Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma' mendapat gelar Dzatun nithaqain (si empunya dua ikat pinggang), karena dia mengambil ikat pinggangnya, lalu memotongnya menjadi dua. Kemudian, yang satu dia gunakan untuk sufrah (bungkus makanan untuk bekal) Rasulullah SAW, dan yang lain sebagai pembungkus qirbahnya pada waktu malam, ketika Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq keluar menuju gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk Syam mengolok-olok Ibnu Zubair dengan julukan "Dzaatun nithaqain" ketika mereka memeranginya. Maka Asma' bertanya kepada puteranya itu, Abdullah bin Zubair :"Mereka mengolok-olokkan kamu ?" Abdullah menjawab :"Ya." Maka Asma' berkata :"Demi Allah, dia adalah benar." Ketika Asma' menghadap Al-Hajjaj, dia berkata: "Bagaimana engkau mengolok-olok Abdullah dengan julukan Dzatun nithaqain ? Memang, aku mempunyai sepotong ikat pinggang yang harus dipakai oleh orang perempuan dan sepotong ikat pinggang untuk menutupi makanan Rasulullah SAW."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma' telah lama masuk Islam di Mekkah, sesudah 17 orang dan berbai'at kepada Nabi SAW, serta beriman kepadanya dengan iman yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamalan Islam Asma' yang Baik&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, datang Qatilah binti Abdul Uzza kepada puterinya, Asma' binti Abu Bakar Ash-Shiddiq, sedangkan Abu Bakar telah menalaknya di zaman jahiliyyah, membawa hadiah-hadiah berupa kismis, samin dan anting-anting. Namun Asma' menolak hadiah tersebut dan tidak mengizinkannya memasuki rumahnya. Kemudian dia memberitahu Aisyah :"Tanyakan kepada Rasulullah SAW ....?" Aisyah menjawab :"Biarlah dia memasuki rumahnya dan dia (Asma') boleh menerima hadiahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Asma' yang Baik&lt;br /&gt;Abu Bakar r.a. membawa seluruh hartanya yang berjumlah 5.000 atau 6.000 ketika Rasulullah SAW pergi hijrah. Kemudian kakeknya, Abu Quhafah datang kepada Asma' sedangkan dia seorang buta. Abu Quhafah berkata :"Demi Allah, sungguh aku lihat dia telah menyusahkan kalian&lt;br /&gt;dengan hartanya, sebagaiamana dia telah menyusahkan kalian dengan dirinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Asma' berkata kepadanya:"Sekali-kali tidak, wahai, Kakek! Beliau telah meninggalkan kebaikan yang banyak bagi kita." Kemudian Asma' mengambil batu-batu dan meletakkanya di lubang angin, di mana ayahnya pernah meletakkan uang itu. Kemudian dia menutupinya dengan&lt;br /&gt;selembar baju. Setelah itu Asma' memegang tangannya (Abu Quhafah) dan berkata: "Letakkan tangan Anda di atas uang ini." Maka kakeknya meletakkan tangannya di atasnya dan berkata :"Tidaklah mengapa jika dia tinggalkan ini bagi kalian, maka dia (berarti) telah berbuat baik. Ini sudah cukup bagi kalian." Sebenarnya Abu Bakar tidak meninggalkan sesuatu pun bagi keluarganya, tetapi Asma' ingin menenangkan hati orang tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Az-Zubair ibnul Awwam menikah dengannya, sementara dia tidak mempunyai harta dan sahaya maupun lainnya, kecuali kuda. Maka Asma' memberi makan kudanya dan mencukupi kebutuhan serta melatihnya. Menumbuk biji kurma untuk makanan kuda, memberinya air minum dan membuat adonan roti. Suatu ketika Az-Zubair bersikap keras terhadapnya, maka Asma' datang kepada ayahnya dan mengeluhkan hal itu. Maka sang ayah pun berkata : "Wahai anakku, sabarlah! Sesungguhnya wanita itu apabila bersuami seorang yang sholeh, kemudian suaminya meninggal dunia, sedang isterinya tidak menikah lagi, maka keduanya akan berkumpul di surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma' datang kepada Nabi SAW, lalu bertanya :"Wahai, Rasulullah, aku tidak punya sesuatu di rumahku, kecuali apa yang diberikan oleh Az- Zubair kepadaku. Bolehkah aku memberikan dan menyedekahkan apa yang diberikan kepadaku olehnya ?" Maka Nabi SAW menjawab :"Berikanlah (bersedekahlah) sesuai kemampuanmu dan jangan menahannya agar tidak ditahan pula suatu pemberian terhadapmu." Maka Asma' adalah termasuk seorang wanita dermawan. Dari Abdullah bin Zubair r.a. dia berkata :"Tidaklah kulihat dua orang wanita yang lebih dermawan daripada Aisyah dan Asma'." Kedermawanan mereka berbeda. Adapun Aisyah, sesungguhnya dia suka mengumpulkan sesuatu, hingga setelah terkumpul padanya, dia pun membagikannya. Sedangkan Asma', maka dia tidak menyimpan sesuatu untuk besoknya. Asma'&lt;br /&gt;adalah seorang wanita yang dermawan dan pemurah. Dia tidak menyimpan sesuatu untuk hari esok. Pernah dia menderita sakit, lalu dia bebaskan semua hamba sahayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma' ikut dalam Perang Yarmuk bersama suaminya, Az-Zubair, dan menunjukkan keberaniannya yang baik. Dia membawa sebilah belati dalam pasukan Said bin Ash di masa fitnah, lalu diletakkannya di balik lengan bajunya. Kemudian ditanyakan kepadanya :"Apa yang kamu lakukan dengan membawa ini ?" Asma' menjawab :"Jika ada pencuri masuk kepadaku, maka aku tusuk perutnya." Umar ibnul Khaththab r.a. memberi tunjangan untuk Asma' sebanyak 1000 dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma' meriwayatkan 58 hadits dari Nabi SAW; dan dalam suatu riwayat dikatakan : bahwa dia meriwayatkan 56 hadits [Al-Kazaruni, "Mathaali'ul Anwaar"]. Telah sepakat antara Bukhari dan Muslim atas 14 hadits. Bukhari meriwayatkan sendiri atas 4 hadits, sedangkan Muslim juga meriwayatkan sebanyak itu pula. [Al-Hafih Al-Maqdisi, Al-Kamaal fii Ma'rifatir Rijaal]. Dalam satu riwayat : Diceritakan bahwa Asma' meri- wayatkan 22 hadits dalam Shahihain. Sedangkan yang disepakati Bukhari dan Muslim 13 hadits. Bukhari meriwayatkan sendiri 5 hadits, sedangkan Muslim meriwayatkan 4 hadits. [Ibnul Jauzi, "Al-Mujtana"]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma' Sebagai Penyair dan Pemberani&lt;br /&gt;Asma' adalah wanita penyair dan pemberani yang mempunyai logika dan bayan. Dia berkata mengenai suaminya, Az-Zubair, ketika dibunuh oleh Amru bin Jarmuz Al-Mujasyi'i di Wadi As-Siba' (5 mil dari Basrah) ketika kembali dari Perang Jamal : Ibnu Jarmuz mencurangi seorang pendekar dengan sengaja di waktu perang, sedang dia tidak lari Hai, Amru, kiranya kamu ingatkan dia tentu kamu mendapati dia bukan seorang yang bodoh, tidak kasar hati dan tangannya semoga ibumu menangisi, karena kamu bunuh seoranng Muslim dan kamu akan terima hukuman pembunuhan yang disengaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad Asma' yang Kuat, Kemuliaan Jiwa dan Keberaniannya&lt;br /&gt;Kata-kata Asma' kepada puteranya menunjukkan kepada kita tentang makna-makna yang luhur itu. Suatu saat puteranya, Abdullah, datang menemui ibunya, Asma' yang buta dan sudah berusia 100 tahun. Dia berkata kepada ibunya :"Wahai, Ibu, bagaimana pendapat Anda mengenai orang yang telah meninggalkan aku, begitu juga keluargaku." Asma' berkata :"Jangan biarkan anak-anak kecil bani Umayyah mempermainkanmu. Hiduplah secara mulia dan matilah secara mulia. Demi Allah, sungguh aku berharap akan terhibur mengenaimu dengan baik." Kemudian Abdullah keluar dan bertempur hingga ia mati terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, Al-Hajjaj bersumpah untuk tidak menurunkannya dari tiang kayu hingga ibunya meminta keringanan baginya. Maka tinggallah dia di situ selama satu tahun. Kemudian ibunya lewat di bawahnya dan berkata : "Tidakkah tiba waktunya bagi orang ini untuk turun ?" Diriwayatkan, bahwa Al-Hajjaj berkata kepada Asma' setelah Abdullah terbunuh :"Bagaimanakah engkau lihat perbuatanku terhadap puteramu ?" Asma' menjawab :"Engkau telah merusak dunianya, namun dia telah merusak akhiratmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma' wafat di Mekkah dalam usia 100 tahun, sedang giginya tetap utuh, tidak ada yang tanggal dan akalnya masih sempurna. [Mashaadirut Tarjamah : Thabaqaat Ibnu Saad, Taarikh Thabari, Al-Ishaabah dan Siirah Ibnu Hisyam]. Penulis buku, Musthafa Luthfi Al-Manfaluthi mencatat dialog yang terjadi antara Asma' dengan Abdullah, dalam sebuah kasidah yang dianggap sebuah karya seni yang indah. Dia berkata : Asma' di antara manusia adalah sebaik-baik wanita ia lakukan perbuatan terbaik di saat perpisahan datang kepadanya Ibnu Zubair menyeret baju besi&lt;br /&gt;di bawah baju besi berlumur darah ia berkata : Wahai, Ibu, aku telah payah dengan urusanku antara penawanan yang pahit dan pembunuhan yang keji. Teman-teman dan zaman mengkhianatiku, maka aku tak punya teman selain pedangku kulihat bintangku yang tampak terang telah lenyap dariku dan tidak lagi naik. Kaumku telah berupaya melindungiku, maka tak ada penolong selain itu jika aku menerimanya. Asma' menjawab dengan kelopak mata yang kering seakan-akan tidak ada tempat sebelumnya bagi air mata. Air mata itu berubah menjadi uap yang naik dari hatinya yang patah. Tidaklah diselamatkan kecuali kehidupan atau ia menjadi tulang-belulang seperti halnya batang pohon kematian di medan perang lebih baik bagimu daripada hidup hina dan tunduk jika orang-orang menelantarkanmu, maka sabar dan tabahlah, karena Allah tidak menelantarkan. Matilah mulia, sebagaimana engkau hidup mulia dan hiduplah selalu dalam namamu yang mulia dan tinggi tiada di antara hidup dan mati kecuali menyerang di tengah pasukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata Asma' kepada puteranya ini akan tetap menjadi cahaya di atas jalan kehidupan yang mulia, yaitu ketika puteranya berkata : "Wahai, Ibu, aku takut jika pasukan Syam membunuhku, mereka akan memotong-motong tubuh dan menyalibku." Asma' menjawab dengan perkataan yang kukuh seperti gunung, kuat seperti jiwanya, besar seperti imannya, dan perkataan itulah yang menentukan akhir pertempuran : "Hai, Anakku, sesungguhnya kambing yang sudah disembelih tidaklah merasa sakit bila ia dikuliti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Manfaluthi menyudahi kasidahnya dengan perkataan : Datang berita kematian kepada ibunya, maka ia pun mengeluarkan air matanya yang tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah gugur sebagai syahid dan unggulan nilai-nilai yang tinggi dari ibu teladan. Kisah ini tercatat dalam lembaran-lembaran yang paling cemerlang dalam sejarah orang-orang yang kekal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: isnet dot org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179951339457567?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179951339457567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179951339457567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/asma-binti-abu-bakar-ash-shiddiq.html' title='Asma&apos; binti Abu Bakar Ash-Shiddiq'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179922166965794</id><published>2006-03-08T11:12:00.012+07:00</published><updated>2006-03-08T13:27:01.670+07:00</updated><title type='text'>Ummu Hakim binti Al-Harits Al-Makhzumiyah</title><content type='html'>Isteri Ikrimah bin Abu Jahal. Sebuah figur dari iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya SAWserta lambang dari pengorbanan dan pembelaan di jalan Allah SWT. Sesungguhnya dia adalah wanita mujahid yang agung. Sebelum masukIslam,dia keluar bersama suaminya untuk ikut dalam perang Uhud. Suaminya adalah Ikrimah bin Abu Jahal, dan dia harus berdiri dalam barisan Musyrikin. Akan tetapi pada waktu penaklukan Mekkah, dia sendiri yang masuk Islam, tanpa suaminya. Adapun suaminya, Ikrimah bin Abu Jahal,maka dia telah minta perlindungan kepadanya. Maka kaum Muslimin pun melindunginya, akan tetapi Ikrimah telah kabur. Ummu Hakim keluar mencarinya, padahal Ikrimah telah kabur ke Yaman. Ummu Hakim menemukannya di Pesisir Tihamah. Ikrimah sudah berada di kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka UmmuHakim meneriakinya :"Hai, putera pamanku, aku datang kepadamu dari orang yang paling pemurah, paling banyak berbuat kebajikan dan sebaik-baik manusia. Jangan binasakan dirimu ! Aku telah minta perlindungan bagimu dan dia telah melindungimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrimah berkata :"Engkau lakukan itu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Hakim menjawab, "Ya, aku berbicara kepadanya,lalu dia melindungimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ikrimah kembali bersamanya, Ikrimah datang danberhenti di pintu Rasulullah SAW bersama isterinya. Ummu Hakimminta izin kepada Rasulullah SAW, lalu masuk. Umar r.a. mengabari Rasulullah SAW tentang kedatangan Ikrimah yang telah masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Hakim termasuk wanita-wanita yang berada di sekitar RasulullahSAW dalam menjalankan da'wah dan membelanya. Dia ikut dalam PerangYarmuk dan menunjukkan keberanian yang baik di sana. Dia bertempurdengan sengit dalam Perang Marj Ash-Shafar (di dekat Damsyik). Dia keluar memegang tiang kemah dan membunuh 7 orang tentara Romawi dengan tiang itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179922166965794?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179922166965794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179922166965794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/ummu-hakim-binti-al-harits-al.html' title='Ummu Hakim binti Al-Harits Al-Makhzumiyah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179874114149872</id><published>2006-03-08T11:12:00.011+07:00</published><updated>2006-03-08T13:19:01.143+07:00</updated><title type='text'>Ruqayyah binti Rasulullah SAW, Isteri Utsman</title><content type='html'>Rombongan muhajir ke Habasyah membawa 11 orang wanita. Ini berarti bahwa wanita Muslim adalah bagian dari da'wah dan jihad di jalan Allah SWT. Mereka tinggalkan kesenangan hidup yang hanya sebentar, berupa harta, anak dan keluarga serta negeri demi Allah. Mereka tinggalkan tanah airnya yang mahal dan berangkat menuju Habasyah, sebuah negeri yang jauh dengan penduduk yang berlainan bangsa, warna dan suku, demi membela aqidah yang diimaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala fajar da'wah memancar dari Mekkah, maka muhajir pertama bukanlah dua orang laki-laki, tetapi seorang laki-laki dan seorang wanita. Kedua muhajir ini adalah Utsman bin Affan dan isteri-&lt;br /&gt;nya, Ruqayyah binti Muhammad SAW. Ruqayyah lahir sesudah kakaknya, Zainab. Sesudah kedua orang itu, muncullah Ummu Kultsum yang menemani dalam hidupnya setelah Zainab menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika keduanya mendekati usia perkawinan, Abu Thalib meminang mereka berdua untuk kedua putera Abu Lahab. Allah SWT menghendaki per- kawinan ini tidak berlangsung lama, karena melihat sikap Abu Lahab terhadap Islam. Akan tetapi Allah SWT menampilkan Utsman bin Affan kepada kedua puteri itu. Maka dia pun menikah dengan Ruqayyah dan hijrah bersamanya ke Habasyah. Ummu Kultsum tetap tinggal bersama ayah dan ibunya menunggu sesuatu yang ditakdirkan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Adz-Dzahabi berkata :"Ruqayyah hijrah ke Habasyah bersamaUtsman dua kali. Nabi SAW bersabda :"Sesungguhnya kedua orang itu (Utsman dan Ruqayyah) adalah orang-orang yang pertama hijrah kepada Allah sesudah Luth."[ "Siyar A'laamin Nubala'"; juz 2, halaman 78] Anas bin&lt;br /&gt;Malik r.a. berkata : Utsman bin Affan keluar bersama isterinya, Ruqayyah, puteri Rasulullah SAW menuju negeri Habasyah. Lama Rasulullah SAW tidak mendengar kabar kedua orang itu. Kemudian datang seorang wanita Quraisy berkata :"Wahai, Muhammad, aku telah melihat menantumu bersama isterinya." Nabi SAW bertanya :"Bagaimanakah keadaan mereka ketika kau lihat ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab :"Dia telah membawa isterinya ke atas se- ekor keledai yang berjalan pelahan, sementara ia memegang kendalinya." Maka Rasulullah SAW bersabda :"Allah menemani keduanya. Sesungguhnya Utsman adalah laki-laki pertama yang hijrah membawa isterinya, sesudah Luth a.s."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruqayyah kembali bersama Utsman ke Mekkah dan mendapati ibunya telah berpulang kepada Ar-Rafiiqil A'laa. Kemudian kaum Muslimin pindah dari Mekkah ke Madinah semuanya. Ruqayyah juga ikut hijrah bersama suaminya, Utsman, sehingga dia menjadi wanita yang hijrah dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab hijrah ke Habasyah adalah takut fitnah dan menyelamatkan agama mereka menuju Allah. Bukan menyebarkan agama Islam, karena negeri Habasyah pada waktu itu menganut agama Masehi dan agama Masehi di sana tidak akan menerima agama baru yang menyainginya, meskipun Habasyah diperintah oleh raja yang tidak menganiaya seseorang. Hijrah ke Habasyah merupakan bagian dari peralihan dan kelanjutan perjuangan, karena hasil yang diharapkan oleh kaum muhajirin dari hijrah mereka ke Habasyah adalah menyelamatkan agamanya ke negeri yang memberi ketenangan bagi mereka di sana. Di negeri itu mereka tidak mengalami kekerasan&lt;br /&gt;dan gangguan, sampai ketika saudara-saudara mereka di Mekkah ditakdirkan binasa hingga orang terakhir, membawa panji da'wah sebagai penerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hijrah ke Madinah, maka penyelamatan agama adalah salah satu sebabnya, tetapi bukan penyebab utama. Penyebab utamanya adalah perubahan dan kelanjutan perjuangan di mana para muhajirin dapat mendirikan sebuah tanah air tempat hijrah mereka. Selama 13 tahun Islam merupakan agama tanpa tanah air dan rakyat tanpa negara. Hijrah yang me- rupakan tahap kedua di antara tahap-tahap da'wah adalah tahap perjuangan yang paling rumit. Apabila tahap perjuangan ini telah memiliki sifat petualangan, maka sesungguhnya petualangan itu hanyalah semacam perjuangan, bahkan macam perjuangan heroik tertinggi. Tahap perjuangan ini berhasil mendapat kemenangan. Iman mengalahkan kekuatan, roh mengalahkan materi dan kebenaran mengalahkan kebathilan. Sesungguhnya kebesaran dari kemenangan itu sulit digambarkan dan dinilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan dari ketakutan dan perjuangan menuju keamanan. Kebebasan dari perbudakan dan perjuangan menuju kemerdekaan. Kebebasan dari kehinaan dan perjuangan menuju kemuliaan. Kebebasan dari kesempitan dan perjuangan menuju kelapangan. Kebebasan dari kelumpuhan dan perjuangan menuju keaktifan. Kebebasan dari kelemahan dan perjuangan menuju kekuatan. Dan kebebasan dari ikatan-ikatan bicara dan perjuangan menuju kebebasan berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruqayyah kembali kepada Tuhannya setelah menderita sakit demam. Kemudian Rasulullah SAW mengawinkan Utsman dengan Ummu Kultsum. Semoga Allah SWT merahmati Ruqayyah yang hijrah dua kali dan Utsman yang mempunyai dua cahaya, dan semoga Allah SWT membalas keduanya atas jihad dan kesabarannya dengan sebaik-baik balasan. Amiin yaa Robbal'aalamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Isnet dot com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179874114149872?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179874114149872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179874114149872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/ruqayyah-binti-rasulullah-saw-isteri.html' title='Ruqayyah binti Rasulullah SAW, Isteri Utsman'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179827184005460</id><published>2006-03-08T11:12:00.010+07:00</published><updated>2006-03-08T13:11:11.843+07:00</updated><title type='text'>'A'isyah binti Abu Bakar</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(QS. 12:18, 24:11)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Puteri dari Abu Bakar dengan Ummu Ruman. Dinikahi Rasulullah sebelum hijrah atas usul Khaulah binti Hakim, dan berkumpul dengan beliau setekah hijrah. Difitnah oleh munafiqiin (Abudullah bin Ubay bin Salul, dkk) berbuat serong dengan Shafwan ketika tertinggal rombongan dalam perang Bani Musthaliq. Kaum musliminpun ada yang terpancing, sehingga turunlah ayat yang membersihkan dirinya dari tuduhan keji itu. Ummul mu'minin yang paling dicintai Rasulullah setelah Khadijah dan paling luas ilmunya dan kuat ingatannya, mengerti obat-obatan dan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah sendiri belajar membaca. Dia belajar membaca Al Quran dari ayahnya sendiri. Untuk mengembangkan pelajaran tulis baca, Nabi mengerahkan para tawanan dari perang Badar. Seorang tawanan bisa mendapat kemerdekaannya kembali, setelah dapat mengajar sepuluh orang Muslimm, sampai pandai menulis dan membaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar pada dasarnya seorang yang pandai bicara. Dia ahli pidato. Dia juga ahli dalam ilmu ranji atau asal usul nenek moyang. Kepandaian Abu Bakar ini, banyak sedikitnya juga turun kepada anaknya Aisyah. Kepandaian membaca Al Quran memberi pengaruh kepada pribadi Aisyah, terutama dalam hal sopan santun dan budi pekerti. Islam mengutamakan budi pekerti dan akhlak mulia. Tinggi rendahnya derajat seseorang ditentukan oleh pengabdiannya kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban besar dalam kemajuan sejarah yang dibawa oleh Rasulullah saw ialah perobahan besar-besaran dalam pribadi berjuta-juta manusia. Pendidikan Aisyah yang lebih tinggi terletak dalam asuhan Rasulullah saw. Sedangkan Rasulullah saw adalah seorang guru terbesar dalam sejarah kemanusiaan. Aisyah dididik denga suatu cita-cita tertentu. Nabi membentuk pribadi dan jiwa Aisyah sebagai wanita setia, yang bertaqwa kepada Allah, dan wanita yang akan menerangkan ajaran Islam kepada wanita-wanita lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hasrat yang menakjubkan, Aisyah menunjukkan seluruh bakatnya untuk menyempurnakan pendidikannya. Setiap kebajikan manusia, terdapat penyempurnaannya dalam pribadi Muhammad saw. Aisyah tertarik dan tenggelam dalam pribadi mulia yang tidak ada bandingannya itu. Ini adalah suatu kesempatan baik. Dan kesempatan ini, menjadi satu kebahagiaan yang diberikan kepadanya. Dia mengambil kesempatan ini, dan mempergunakan sebaik-baiknya untuk menyempurnakan pendidikannya, menjadi wanita luhur dan bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran Aisyah selalu penuh dengan pelbagai masalah baru. Masalah baru ini dapat dipecahkannya dengan mengajukanpertanyaan-pertanyaan kepada Nabi. Salah satu pintu kamarnya berhadapan dengan masjid. Jika Rasulullah saw bertabligh menyampaikan ajarannya dalam masjid, Aisyah duduk di muka pintunya, mengikuti kuliah Nabi itu. Dia mendengarkannya dengan seksama. Setiap perkataan Rasulullah saw dimintainya dan dianalisanya. Dengan mengikuti kuliah-kuliah yang tidak resmi ini, Aisyah menjadi seorang wanita yang sangat alim dan pandai. Dia menjadi murid Rasulullah saw yang mempunyai pengetahuan yang luas dan pengertian yang mendalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu Al Quran dan hadits sedikit sekali sahabat yang bisa menyamai Aisyah. Semangat Aisyah untuk menyelidiki sesuatu masalah, memberikan sumber ilmu yang tetap kepada Islam. Pertanyaan-pertanyaannya kepada Anbi memberikan keterangan atau perbagai masalah yang rumit-rumit, terutama masalah kewanitaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu conton di antaranya, Al Quran menyatakan bahwa berperang di jalan Allah adalah suatu kewajiban bagi setiap orang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim. Atas masalah ini suatu hati Aisyah mengajukan pertanyaan kepada Rasululllah saw, “”Wahai Rasulullah, wajibkan bagi seorang wanita untuk pergi ke medan perang seperti laki-laki?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, “Tidak, naik haji sudah cukup bagi mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Aisyah ini telah memberikan pengetahuan penting, yakni pengecualian kepada wanita terhadap hukum jihad yang dikemukakan dalam Al Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Aisyah bertanya pula, “Ya Rasulullah, perlukah persetujuannya seorang wanita itu sebelum dia dikawinkan?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, “Anak perawan diberi tahu dan wanita janda dimintai persetujuannya.” Nabi melanjutka, “Diamnya mereka berarti persetujuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata Rasulullah saw ini menjadi suatu ketentuan hukum baru. Jika orang diam saja terhadap suatu masalah yang diajukan kepadanya, dia dianggap menyetujui masalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Rasulullah berkata, “Allah menyukai orang yang suka menemuiNya, dan tidak menyukai orang yang tidak suka menemuiNya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas masalah yang sulit ini Aisyah menyatakan, “Ya Rasulullah, tetapi tidak ada orang yang suka mati.”&lt;br /&gt;“Ya, itupun benar.” Kata Rasulullah saw. “Tetapi menurut pendirianku, masalahnya adalah sebagai berikut. Jika seorang telah sadar akan kemurahan hati Allah, dan tahu bahwa Allah pengampun, penyayang dan mempunyai surga, dia akan mulai mencintai Allah di atas segala kecintaannya. Allah pun akan mencintainya pula. Tetapi, jika seseorang mendengar bahwa ada azab yang pedih disediakan untuknya, dia akan takut berhadapan dengan Allah. Allah pun tidak suka kepadanya. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Rasulullah saw menerangkan. “Ikutilah jalan tengah. Usahakan untuk membawa rakyat lebih dekat kepadamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan kepada mereka, bahwa mereka akan masuk surga, tidak hanya semata-mata atas pahala yang dibuatnya saja, tetapi juga atas karunia Allah. “ Pernyataan Nabi ini terasa aneh bagi Aisyah. Sebai itu dia mengajukan pertanyaan, “Berlaku jugakan hal ini terhadap diri Tuan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, “Ya, hal ini berlaku juga terhadap diriku. Aku juga harus berdo’a untuk mendapatkan kasih sayang dan pengampunan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali Aisyah berkata mengenai madunya, Syafiayah. “Wah, dia itu perempuan cebol.” Mendengar ini Rasulullah saw menegur Aisyah, “Hai Aisyah, kau mengatakan sesuatua yang bisa membusukkan air laut.”&lt;br /&gt;“Maafkan daku, Ya Rasulullah, Aku hanya mengatakan suatu kenyataan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ada barang Aisyah dicuri orang. Karena marahnya, Aisyah menyumpah-nyumpah orang yang mencuri itu. Mendengar Aisyah menyumpahi pencuri, Rasulullah saw berkata, “Aisyah, janganlah kamu mengambil alih dosa pencuri itu dengan menyumpahinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah mendapat pendidikan akhlak seperti ini, siang dan malam. Aisyah hidup di bawah pengawasan guru terbesar di dunia ini, dalam waktu 9 tahun. Sebab itulah Aisyah menjadi seorang alim, saleh dan bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah adalah satu-satunya wanita yang masih gadis, ketika dikawini Rasulullah saw. Istri-istri beliau yang lain semuanya janda, sebab itu mereka telah pernah mendapat pengajaran dari suaminya terdahulu. Tetapi Aisyah memasuki rumah tangga Rasulullah denga jiwa yang putih bersih laksana secarik kertas baru. Dia punya pikiran yang mudah patuh. Perbedaan ini sangat penting. Kepribadian Rasulullah saw yang menarik itu, cukup mempunyai tenaga untuk membentuk hati dan rohani seseorang. Hati dan rohani Aisyah mendapat pembentukan menurut irama ajaran Nabi. Hasil yang memuaskan ini mendapat pujian istimewa dari Rasulullah saw. Rasulullah saw juga percaya, bahwa Aisyah akan memainkan peranan penting dalam perjuaannya Islam sesudah beliau wafat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179827184005460?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179827184005460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179827184005460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/aisyah-binti-abu-bakar.html' title='&apos;A&apos;isyah binti Abu Bakar'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179782871184112</id><published>2006-03-08T11:12:00.009+07:00</published><updated>2006-03-08T13:03:49.356+07:00</updated><title type='text'>Hawa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(QS. 2:35;37, 7:20;22-25, 20:120)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibunda ummat manusia. Diciptakan Allah dari tulang rusuk kiri Adam (as) yang disebut al-Qushairi. Atas bujukan Iblis, memakan buah yang dilarang Allah di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Manusia Hawa…&lt;br /&gt;diciptakan dari rusuk Manusia Adam&lt;br /&gt;Bukan dari kepalanya,&lt;br /&gt;untuk menjadi atasannya…&lt;br /&gt;Bukan dari kakinya,&lt;br /&gt;untuk menjadi bawahannya…&lt;br /&gt;Tapi dari sisinya,&lt;br /&gt;untuk menjadi pendampingnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekat pada lengannya,&lt;br /&gt;untuk dilindunginya…&lt;br /&gt;Dan dekat di hatinya,&lt;br /&gt;untuk dicintainya…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179782871184112?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179782871184112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179782871184112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/hawa.html' title='Hawa'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179715708381925</id><published>2006-03-08T11:12:00.008+07:00</published><updated>2006-03-08T12:52:37.086+07:00</updated><title type='text'>Balqis, Ratu Saba'</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. 27:20-21;23-24;27-40;44)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Atas berita dari burung Hud-hud tentang adanya negeri Saba', Sulaiman (as) menulis surat kepada Ratu Balqis agar dia dan kaumnya, penyembah matahari, menundukkan diri. Setelah bermusyawarah dengan kamunya, Balqis mengirim utusan yang membawa hadiah-hadiah mewah bagi Nabi Sulaiman untuk menguji apakah Sulaiman (as) seorang raja biasa atau seorang Nabi. Akhirnya Ratu Balqis dan kaumnya secara sukarela tunduk kepada Risalah Allah yang dibawa Sulaiman (as), setelah menyaksikan kebijaksanaan dan kebesarannya. Ratu balqis lalu menjadi isteri Nabi Sulaiman (as).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;SELESAI membangunkan Baitulmaqdis, Nabi Sulaiman menuju ke Yaman. Tiba di sana, disuruhnya burung hud-hud (sejenis belatuk) mencari sumber air. Tetapi burung berkenaan tidak ada ketika dipanggil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiadaan burung hud-hud menimbulkan kemarahan Sulaiman. Selepas itu burung hud-hud datang kepada Nabi Sulaiman dan berkata: “Aku telah terbang untuk mengintip dan terjumpa suatu yang sangat penting untuk diketahui oleh tuan...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah, bermaksud: “Maka tidak lama kemudian datanglah hud-hud, lalu ia berkata; aku telah mengetahui sesuatu, yang kamu belum mengetahuinya dan aku bawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgahsana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar berita itu, Nabi Sulaiman mengutuskan surat mengandungi nasihat supaya menyembah Allah kepada Ratu Balqis. Surat itu dibawa burung hud-hud dan diterima sendiri Ratu Balqis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas dibaca surat itu, Ratu Balqis menghantarkan utusan bersama hadiah kepada Sulaiman. Dalam al-Quran diceritakan: “Tatkala utusan itu sampai kepada Nabi Sulaiman, seraya berkata; apakah patut kamu menolong aku dengan harta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikannya kepadamu, tetapi kamu berasa bangga dengan hadiahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kembalilah kepada mereka, sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentera yang mereka tidak mampu melawannya dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi tawanan yang tidak berharga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan itu kembali ke negeri Saba dan menceritakan pengalaman yang dialami di Yaman kepada Ratu Balqis, sehingga dia berhajat untuk berjumpa sendiri dengan Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan Ratu Balqis itu diketahui Nabi Sulaiman terlebih dulu dan beliau memerintahkan tenteranya, terdiri daripada manusia, haiwan dan jin untuk membuat persiapan bagi menyambut kedatangan Ratu Balqis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman juga memerintahkan Ifrit supaya membawa singgahsana Ratu Balqis ke istananya. Apabila Ratu Balqis tiba ditanya Sulaiman: “Seperti inikah singgahsanamu? Dijawab Ratu Balqis: “Ya, memang sama apa yang seperti singgahsanaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke istana Nabi Sulaiman. Namun, ketika berjalan di istana itu, sekali lagi Ratu Balqis terpedaya, kerana menyangka air pada lantai istana Sulaiman, sehingga menyelak kainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah yang bermaksud: “Dikatakan kepadanya; masuklah ke dalam istana. Maka tatkala dia (Ratu Balqis) melihat lantai istana itu,&lt;br /&gt;dikiranya air yang besar dan disingkapkannya kedua betisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berkatalah Sulaiman; sesungguhnya ia istana licin yang diperbuat daripada kaca. Berkatalah Balqis; Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman dan kepada Allah, Tuhan semesta alam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu menyebabkan Ratu Balqis berasa sangat aib dan menyedari kelemahannya, sehingga dia memohon ampun atas kesilapannya selama ini dan akhirnya dia diperisterikan oleh Nabi Sulaiman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179715708381925?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179715708381925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179715708381925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/balqis-ratu-saba.html' title='Balqis, Ratu Saba&apos;'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179663764132037</id><published>2006-03-08T11:12:00.007+07:00</published><updated>2006-03-08T13:22:12.586+07:00</updated><title type='text'>Zainab binti Muhammad bin Abdullah</title><content type='html'>Zainab telah wafat sejak 15 abad yang lalu, tetapi dia meninggalkan kenangan terbaik dan menjadi contoh terbaik dalam hal kesetiaan sebagai isteri, keikhlasan cinta dan ketulusan iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab dilahirkan apda tahun 30 setelah kelahiran Nabi SAW. Ketika mencapai usia perkawinan, bibinya, Halah binti Khuwailid, sadara Ummul Mu'minin Khadijah meminang untuk puteranya, Abil Ash bin Rabi'. Semua pihak setuju dan ridha. Zainab binti Muhammad SAW diboyong ke rumah Abil Ash bin Rabi'. [Ibnu Sa'ad menyebutkan bahwa Abil Ash mengawini Zainab sebelum Nabi SAW diangkat menjadi Nabi. Imam Adz-Dzahabi berkata : Ini adalah jauh. Kemudian dia berkata : Zainab masuk Islam dan hijrah 6 tahun sebelum suaminya masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah pergi menemui kedua suami isteri yang saling mencintai itu dan mendoakan agar keduanya mendapatkan berkah. Kemudian dia melepas kalungnya dan menggantungkannya ke&lt;br /&gt;leher Zainab sebagai hadiah bagi pengantin. Perkawinan itu berlangsung sebelum turun wahyu kepada ayahnya, Nabi SAW. Ketika cahaya Tuhannya menerangi bumi, Zainab pun beriman. Akan tetapi Abil Ash tidak mudah meninggalkan agamanya. Maka kedua suami isteri itu merasa&lt;br /&gt;bahwa kekuatan yang lebih kuat dari cinta mereka berusaha memisahkan antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abil Ash tetap membangkang dan berkata :"Tidak akan tercapai tujuan di antara kita, wahai Zainab, kecuali engkau tetap dalam agamamu dan aku tetap dalam agamaku." Adapun Zainab, maka dia berkata :"Sabarlah, wahai suamiku, Engkau tidak halal bagiku selama engkau tetap memeluk agama itu. Maka serahkan aku kepada ayahku atau masuklah Islam bersamaku. Zainab tidak akan menjadi milikmu sejak hari ini, kecuali bila engkau beriman pada agama yang aku&lt;br /&gt;imani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan suami isteri itu terdiam sebentar sambil merenung. Keduanya sadar ketika terdengar suara yang membisikkan kepada keduanya :"Jika agama memisahkan antara kedua jasad mereka, maka cinta mereka akan tetap ada hingga keduanya dipersatukan oleh sebuah agama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu dalam keadaan ini setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Pasukan Quraisy berangkat menuju Badr untuk memerangi Rasul SAW dan di antara mereka terdapat Abil Ash bin Rabi', bukan untuk menyatakan ke-Islamannya, tetapi untuk memerangi Rasul SAW. Situasi menjadi kritis ketika Abil Ash jatuh menjadi tawanan di tangan kaum Muslimin di bawah pimpinan Rasulullah SAW di Madinah. Kemudian kaum Quraisy mengutus orang untuk menebus tawanan-tawanannya. Zainab pun mengirimkan harta dan sebuah kalung untuk menebus tawanannya, Abil Ash bin Rabi'. Ketika Rasulullah SAW melihat kalung itu, beliau merasa iba hatinya dan bersabda :"Jika kalian tidak keberatan melepaskan tawanan dan mengembalikan harta miliknya, maka lakukanlah." Mereka menjawab :"Baiklah, wahai Rasulullah." Kemudian mereka melepaskannya dan mengembalikan harta milik Zainab. Di sini Rasulullah SAW mendapat janji dari Abil Ash untuk membebaskan Zainab dan mengembalikannya kepada beliau di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abil Ash kembali ke Mekkah dan di dalam jiwanya terdapat gambaran yang lebih cemerlang dari isteri yang berbakti dan mulia ini. Maka dia kembali bukan untuk berterima kasih atas kebaikan Zainab kepadanya, akan tetapi untuk berkata keapdanya :"Kembalilah kepada ayahmu, wahai&lt;br /&gt;Zainab." Dia telah memenuhi janjinya kepada Rasulullah SAW untuk membiarkan Zainab pergi kepada Nabi SAW. Abil Ash tidak kuasa menahan tangisnya dan tidak dapat mengantarkannya ke tepi dusun di luar Mekkah, di mana telah menunggu Zaid bin Haritsah dan seorang laki- laki Anshor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dia mampu melepaskan orang yang dicintainya, sedang dia mengetahui bahwa, itu merupakan perpisahan terakhir selama kekuasaan agama ini berdiri di antara kedua hati dan masing-masing berpegang pada agamanya. Abil Ash berkata kepada saudaranya, Kinanah bin Rabi' :"Hai, Saudaraku, tentulah engkau mengetahui kedudukannya dalam jiwaku. Aku tidak menginginkan seorang wanita Quraisy di sampingnya dan engkau tentu tahu bahwa aku tidak sanggup meninggalkannya. Maka temanilah dia menuju tepi dusun, di mana telah menungggu dua utusan Muhammad. Perlakukanlah dia dengan lemah lembut dalam perjalanan dan perhatikanlah dia sebagaimana engkau memperhatikan wanita-wanita terpelihara. Lindungilah dia dengan panahmu hingga anak panah yang penghabisan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Zainab sedang bersiap-siap untuk menyusul ayahnya, datanglah Hind binti Utbah, menemuinya, dan dia berkata :"Wahai, puteri Muhammad, aku mendengar bahwa engkau akan menyusul ayahmu !" Zainab menjawab :"Aku tidak ingin melakukannya." Hind berkata :"Wahai puteri pamanku, jangan engkau lakukan. Jika engkau mempunyai keperluan akan suatu barang yang menjadi bekal dalam perjalananmu atau harta yang hendak engkau sampaikan kepada ayahmu, maka aku akan memenuhi keperluanmu. Maka janganlah engkau segan kepadaku, karena sesuatu yang masuk di antara orang-orang lelaki tidaklah masuk di antara orang-orang wanita." Zainab berkata : "Demi Allah, aku tidak melihatnya mengatakan hal itu, kecuali untuk melakukannya, tetapi aku takut kepadanya. Maka aku menyangkal bahwa aku akan pergi dan aku pun bersiap-siap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan persiapannya, iparnya, Kinanah bin Rabi' menyerahkan kepada Zainab seekor unta, lalu dinaikinya. Kinanah mengambil busur dan anak panahnya. Kemudian dia keluar membawa Zainab di waktu siang dan Zainab duduk di dalam pelangkinnya, sementara Kinanah&lt;br /&gt;menuntun untanya. Akan tetapi, apakah Quraisy membiarkannya keluar setelah mereka&lt;br /&gt;mengalami kekalahan di Badr. Bagaimana dia boleh keluar sementara orang-orang melihat dan mendengarnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak...sekali lagi tidak ! Banyak orang laki-laki Quraisy telah membicarakan hal itu. Maka keluarlah mereka untuk mencarinya hingga mereka berhasil menyusul di Dzi Thuwa. Yang pertama kali menemukannya adalah Habbar bin Aswad bin Muththalib dan Nafi' bin Abdul Qais. Habbar menakutinya dengan tombak. Di saat itu Zainab berada di dalam pelangkinnya dan dia sedang dalam keadaan hamil. Ketika pulang, dia mengalami keguguran kandungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iparnya marah dan berkata kepada para penyerang :"Demi Allah, tidak seorang pun yang mendekat kepadaku, melainkan aku akan memanahnya." Maka orang-orang bubar meninggalkannya. Abu Sufyan bersama rombongan Quraisy datang kepadanya dan berkata :"Hai, orang laki-laki, tahanlah panahmu hingga aku berbicara kepadamu." Maka Kinanah menahan panahnya. Abu Sufyan datang menghampirinya dan berkata :"Tindakanmu tidak tepat. Engkau keluar membawa wanita secara terang-terangan di hadapan orang banyak. Sesungguhnya hal itu menunjukkan kehinaan yang menimpa kita akibat musibah dan bencana yang telah kita alami sebelumnya. Sesungguhnya hal itu menunjukkan kelemahan kita. Demi umurku, kami tidak perlu mencegahnya untuk pergi kepada ayahnya. Kami tidak ingin membalas dendam, tetapi kembalikan wanita itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala suara sudah reda, Kinanah membawa Zainab pada waktu malam, lalu menyerahkannya kepada Zaid bin Haritsah dan temannya. Keduanya pergi mengantarkan Zainab kepada Rasulullah SAW. Suami isteri jadi berpisah. Tidak ada jalan untuk bertemu. Abil Ash tinggal di Makkah menyendiri dengan pikiran kacau dan hati terluka. Zainab pun tinggal di Madinah dengan badan yang sakit dan hati yang lemah. Kalau saja bukan karena iman dan takwa yang&lt;br /&gt;menguatkan tekadnya, tentu dia lekas mati dan tidak dapat bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berlalu, Abil Ash keluar bersama kafilah dagangnya menuju Syam. Dalam perjalanan pulang dia berjumpa pasukan Rasulullah SAW yang berhasil merampas hartanya, akan tetapi dia bisa lolos. Dia telah kehilangan hartanya dan harta titipan orang banyak. Abil Ash tidak dapat mengembalikan barang-barang titipan itu kepada para pemiliknya. Maka apa yang harus dilakukannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia teringat Zainab yang memberinya imbalan berupa cinta dan kesetiaan. Maka Abil Ash memasuki Madinah pada waktu malam dan mohon kepada Zainab agar melindungi dan membantunya untuk mengembalikan hartanya. Maka Zainab pun melindunginya. Orang-orang berlari ke masjid Rasulullah SAW, bertakbir bersama kaum Muslimin. Tiba-tiba terdengar suara teriakan di belakang dinding :"Hai, orang-orang, aku telah melindungi Abil Ash bin Rabi'. Dia dalam lindungan dan jaminanku." Ternyata, Zainablah yang berseru itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menyelesaikan shalatnya, lalu beliau menemui orang banyak dan&lt;br /&gt;bersabda :"Wahai, orang-orang, apakah kalian mendengar apa yang aku dengar ? Sesungguhnya serendah-rendah orang Muslim adalah dapat memberi perlindungan." Kemudian beliau masuk menemui puterinya dan berbicara kepadanya, Nabi SAW berpesan :"Wahai, puteriku, muliakanlah tempatnya dan jangan sampai dia lolos kepadamu, karena engkau tidak halal baginya selama dia masih musyrik." Nabi SAW terkesan melihat kesetiaan puterinya kepada suaminya yang ditinggalkan dan dia putuskan hubungan syahwat dengannya karena perintah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, Zainab pun masih tetap memberinya kebaktian, kesetiaan dan pertolongan : yaitu kebaktian sebagai wanita muslim, kesetiaan sebagai teman dan pertolongan sebagai manusia. Abil Ash mendapatkan dari Nabi SAW apa yang didengar dan diketahuinya, sehingga dia menyembunyikan dalam hatinya harapan kepada Allah. Kemudian, Nabi SAW mengutus orang kepada pasukan yang merampas harta Abil Ash. Beliau berkata :"Sesungguhnya kalian telah mengetahui kedudukan orang ini terhadap kami. Kalian telah merampas hartanya. Jika kalian berbuat baik kepadanya dan mengembalikan hartanya, maka kami menyukai hal itu. Jika kalian menolak, maka itu adalah fai' dari Allah yang diberikan-Nya kepada kalian dan kalian lebih berhak atasnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata :"Kami akan mengembalikannya kepada Abil Ash." Beberapa orang di antara mereka berkata :"Hai, Abil Ash, maukah engkau masuk Islam dan mengambil harta benda ini, karena semua ini milik orang-orang musyrik ?" Abil Ash menjawab :"Sungguh buruk awal Islamku,&lt;br /&gt;jika aku mengkhianati amanatku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mereka mengembalikan harta itu kepadanya demi kemuliaan Rasulullah SAW dan sebagai penghormatan kepada Zainab. Laki-laki itu pun kembali ke Mekkah dengan membawa hartanya dan harta orang banyak. Jiwanya dipenuhi berbagai makna dan di antara kedua matanya terlihat&lt;br /&gt;gambaran yang tidak meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengembalikan harta kepada pemiliknya masing-masing, Abil Ash berdiri dan berkata :"Wahai, kaum Quraisy, apakah masih ada harta seseorang di antara kalian padaku ?" Mereka menjawab :"Tidak. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Kami telah mendapati kamu seorang yang jujur dan mulia." Abil Ash berkata :"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain&lt;br /&gt;Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Demi Allah, tiada yang menghalangi aku masuk Islam di hadapannya, ke- cuali karena aku khawatir mereka menyangka aku ingin makan harta kalian. Setelah Allah menyampaikannya kepada kalian dan aku selesai membagikannya, maka aku masuk Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Sya'bi berkata :"Zainab masuk Islam dan hijrah, kemudian Abil Ash masuk Islam sesudah itu, dan Islam tidak memisahkan antara keduanya." [Adz-Dzahabi, "Siyar A'laamin Nubala'. Demikian pula kata Qatadah : Dia berkata :"Kemudian diturunkan surah Baro'ah sesudah itu. Maka, jika ada seorang wanita masuk Islam sebelum suaminya, dia hanya boleh mengawininya dengan nikah baru."]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abil Ash keluar dari Mekkah, hijrah menuju Madinah dengan men- dapat petunjuk iman dan keyakinan. Suami isteri yang saling mencintai bertemu untuk kedua kalinya setelah lama berpisah. Akan tetapi isteri yang setia itu telah menunaikan kewajiban dan menyelesaikan urusan dunianya ketika menyadarkan laki-laki yang dicintainya serta memenuhi hak suaminya sesuai dengan kadar cintanya kepada suami. Tidak lama setelah pertemuan itu, Zainab meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab meninggal dunia pada tahun 8 Hijriah dan Rasulullah SAW sangat sedih atas kepergiannya. Zainab meninggal dunia setelah meninggalkan kenangan terbaik. Dia telah menjadi contoh terbaik dalam hal kesetiaan isteri, keikhlasan cinta dan kebenaran iman. Tidaklah mengherankan apabila suaminya berkata dalam suatu perjalanannya ke Syam : "Puteri Al-Amiin, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan setiap suami akan memuji sesuai dengan yang diketahuinya."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;[sumber: isnet dot org]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179663764132037?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179663764132037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179663764132037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/zainab-binti-muhammad-bin-abdullah.html' title='Zainab binti Muhammad bin Abdullah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179634829884666</id><published>2006-03-08T11:12:00.006+07:00</published><updated>2006-03-08T12:39:08.300+07:00</updated><title type='text'>Khadijah Binti Khuwailid</title><content type='html'>Tatkala Nabi SAW mengalami rintangan dan gangguan dari kaum&lt;br /&gt;lelaki Quraisy, maka di sampingnya berdiri dua orang wanita. Kedua&lt;br /&gt;wanita itu berdiri di belakang da'wah Islamiah, mendukung dan bekerja&lt;br /&gt;keras mengabdi kepada pemimpinnya, Muhammad SAW : Khadijah bin Khuwa-&lt;br /&gt;ilid dan Fatimah binti Asad. Oleh karena itu Khadijah berhak menjadi&lt;br /&gt;wanita terbaik di dunia. Bagaimana tidak menjadi seperti itu, dia&lt;br /&gt;adalah Ummul Mu'minin, sebaik-baik isteri dan teladan yang baik bagi&lt;br /&gt;mereka yang mengikuti teladannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Nabi SAW&lt;br /&gt;sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung&lt;br /&gt;di Gua Hira'. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya&lt;br /&gt;ketika Nabi SAW berdoa (memohon) kepada Tuhannya. Khadijah adalah&lt;br /&gt;sebaik-baik wanita yang menolongnya dengan jiwa, harta dan keluarga.&lt;br /&gt;Peri hidupnya harum, kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya&lt;br /&gt;sarat dengan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika&lt;br /&gt;orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan&lt;br /&gt;dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku&lt;br /&gt;apa-apa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, pada-&lt;br /&gt;hal di hadapan kita ada "wanita terbaik di dunia," Khadijah binti Khu-&lt;br /&gt;wailid, Ummul Mu'minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik&lt;br /&gt;dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat men-&lt;br /&gt;jadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya,&lt;br /&gt;dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga.&lt;br /&gt;Maka Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan se-&lt;br /&gt;baik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam is-&lt;br /&gt;tananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hi-&lt;br /&gt;dupnya.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata :"Wahai,&lt;br /&gt;Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi&lt;br /&gt;kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan&lt;br /&gt;salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang&lt;br /&gt;sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya&lt;br /&gt;dan tidak ada kepayahan." [HR. Bukhari dalam "Fadhaail Ashhaabin Nabi&lt;br /&gt;SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata :"Keshahihannya telah disepakati."]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia,&lt;br /&gt;hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang bergabung&lt;br /&gt;dengan rombongan orang Mu'min yang orang pertama yang beriman kepada&lt;br /&gt;Allah di bumi sesudah Nabi SAW. Khadijah r.a. membawa panji bersama&lt;br /&gt;Rasulullah SAW sejak saat pertama, berjihad dan bekerja keras. Dia&lt;br /&gt;habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia berdiri di belakang&lt;br /&gt;suami dan Nabinya hingga nafas terakhir, dan patut menjadi teladan&lt;br /&gt;tertinggi bagi para wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, karena Khadijah r.a. adalah pendukung Nabi SAW&lt;br /&gt;sejak awal kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepadanya pertama&lt;br /&gt;kali di sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat-&lt;br /&gt;ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian&lt;br /&gt;dia menampakkan diri di jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak&lt;br /&gt;menoleh ke kanan maupun ke kiri sehingga Nabi SAW melihatnya, lalu&lt;br /&gt;dia berhenti, tidak maju dan tidak mundur. Semua itu terjadi ketika&lt;br /&gt;Nabi SAW berada di antara jalan-jalan gunung dalam keadaan kesepian,&lt;br /&gt;tiada penghibur, teman, pembantu maupun penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW tetap dalam sikap yang demikian itu hingga malaikat&lt;br /&gt;meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan&lt;br /&gt;takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya, Khadijah&lt;br /&gt;berkata :"Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah, aku telah&lt;br /&gt;mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah,&lt;br /&gt;kemudian kembali kepadaku." Maka Rasulullah SAW menceritakan kisahnya&lt;br /&gt;kepada Khadijah r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah r.a. berkata :"Gembiralah dan teguhlah, wahai, putera&lt;br /&gt;pamanku. Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau&lt;br /&gt;menjadi Nabi umat ini." Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali pe-&lt;br /&gt;neguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi&lt;br /&gt;urusannya. Nabi SAW tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menye-&lt;br /&gt;dihkan, baik berupa penolakan, pendustaan, ejekan terhadapnya atau peng-&lt;br /&gt;hindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan&lt;br /&gt;kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya. Demikian hendak-&lt;br /&gt;nya wanita ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah SWT telah mengirim salam&lt;br /&gt;kepadanya. Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasul&lt;br /&gt;SAW seraya berkata kepadanya :"Sampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhan-&lt;br /&gt;nya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :"Wahai Khadijah, ini Jibril menyam-&lt;br /&gt;paikan salam kepadamu dari Tuhanmu." Maka Khadijah r.a. menjawab :"Allah&lt;br /&gt;yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam (kesejahte-&lt;br /&gt;raan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun&lt;br /&gt;di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta&lt;br /&gt;khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a. pada saat&lt;br /&gt;pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang mendukung&lt;br /&gt;da'wah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat Allah&lt;br /&gt;yang besar bagi Rasulullah SAW. Khadijah mendampingi Nabi SAW selama&lt;br /&gt;seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolong-&lt;br /&gt;nya di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya,&lt;br /&gt;ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolong-&lt;br /&gt;nya dengan jiwa dan hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang-&lt;br /&gt;orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan. Dan&lt;br /&gt;dia memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-&lt;br /&gt;apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari&lt;br /&gt;selain dia." [HR. Imam Ahmad dalam "Musnad"-nya, 6/118]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam hadits shahih, dari Abu Hurairah r.a., dia&lt;br /&gt;berkata :"Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata :"Wahai, Rasulullah,&lt;br /&gt;ini Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan atau&lt;br /&gt;minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhan-&lt;br /&gt;nya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga, (terbuat) dari&lt;br /&gt;mutiara yang tiada suara ribut di dalamnya dan tiada kepayahan." [Shahih&lt;br /&gt;Bukhari, Bab Perkawinan Nabi SAW dengan Khadijah dan Keutamaannya, 1/539]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Sumber: "Tokoh-tokoh Wanita di Sekitar Rasulullah SAW" karangan Muhammad Ibrahim Saliim]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179634829884666?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179634829884666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179634829884666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/khadijah-binti-khuwailid.html' title='Khadijah Binti Khuwailid'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179568970011943</id><published>2006-03-08T11:12:00.005+07:00</published><updated>2006-03-08T12:28:09.736+07:00</updated><title type='text'>Asiyah binti Muzahim</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. 28:9, 66:11)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Isteri Fir'aun. Wanita yang beriman pada Allah dan berlepas dari kekufuran Fir'aun, suaminya. Wanita yang teguh mempertahankan imannya walaupun disiksa dengan diikat pada empat tiang dan dicemeti hingga menemui syahidnya dalam keadaan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Nabi saw berkata: “Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya kaku ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan untuknya di surga sebelum meninggal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas, dia berkata Rasulullah shalallau alaihi wassalam bersabda:&lt;br /&gt;“Sebaik-baik wanita penghuni surga ialah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun”&lt;br /&gt;(ditakhrij Ahmad, Ath-Thabrany dan Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Fir'aun didatangi oleh seorang peramal. Peramal itu mengatakan bahwa kelak dia akan dibunuh oleh seorang lelaki dari Bani Israel. Menurut sang peramal, pembunuh itu kini usianya masih bayi. Mendengar hal itu Fir'aun langsung memerintahkan bala tentaranya untuk membunuh seluruh bayi lelaki Bani Israel. Sebelum bayi itu tumbuh menjadi besar lalu membunuh dirinya, lebih baik bayi itu dibunuh dulu. Dengan begitu selamatlah dirinya dari pembunuhan itu. Begitulah jalan pikiran Fir'aun. Maka tak pelak lagi, semua bayi lelaki Bani Israel terbunuh. Bahkan seorang ibu yang sedang hamil pun ditunggui oleh tentara Fira'un. Jika ia melahirkan seorang bayi lelaki, tentara itu langsung membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kehendak Allah berbeda dengan kemauan manusia. Dalam peristiwa ini ternyata Allah punya skenario tersendiri. Allah menyelamatkan salah satu bayi dari keturunan Bani Israel lewat istri Fira'un sendiri, Asiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu sedang mandi di pemandian, Asiyah tiba-tiba melihat peti berisi bayi lelaki. Bayi itu diambil dan dibawa pulang ke istana. Tentu saja orang-orang di istana tidak senang dengan kehadiran bayi itu. Jangan-jangan bayi itulah yang kelak membunuh majikannya. Mereka kemudian menghasut Fir'aun agar membunuhnya. Untungnya Asiyah cepat bertindak. Ia minta kepada Fir'aun agar tidak menuruti nasehat mereka. "(Ia) biji mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut menjadi anak, sedangkan mereka tidak menyadari," kata Asiyah kepada Fir'aun dalam surat Al-Qashash 9. Atas jasa Asiyah itu maka selamatlah sang bayi. Bahkan akhirnya bayi mungil itu diangkat menjadi putra Fir'aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi lelaki itu diasuh sendiri oleh Asiyah. Ia sangat menyayangi putra angkatnya itu. Bayi tersebut diperlakukan seperti anaknya sendiri. Bayi yang tak lain adalah Nabi Musa itu mendapat didikan langsung dari Asiyah. Pernah suatu hari bayi itu digendong Fir'aun. Tiba-tiba sang bayi mencabut jenggotnya. Betapa marah Fir'aun ketika itu karena kesakitan. Ia memerintahkan pengawalnya untuk membunuh sang bayi. Namun sebelum niat itu dilaksanakan, lagi-lagi Asiyah tampil membelanya. Ia mengatakan kepada Fir'aun bahwa bayi itu tidak pantas dibunuh karena masih belum mengerti. Sebagai bukti, Asiyah meminta kepada pengawal Fir'aun untuk menyediakan roti dan arang api. Kemudian bayi itu disuruh memilih diantara keduanya. Ternyata bayi Musa memilih arang. Melihat hal itu, Fir'aun akhirnya bisa menerima argumentasi istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di bawah asuhan Asiyah, Musa mendapatkan kasih sayang sepenuhnya seperti ibunya sendiri. Musa tumbuh menjadi seorang pemuda yang cerdas dan gagah. Kecintaan Asiyah kepada Musa sungguh sangat besar. Ia tak rela orang lain menyakitinya. Pembelaannya kepada Musa tak sebatas ketika masih kecil saja, tetapi ia lakukan sampai dirinya menemui ajal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, betapa gelisah hatinya ketika mendengar Musa telah membunuh seorang lelaki pengikut Fir'aun. Asiyah menyuruh Musa agar meninggalkan ibukota untuk menyelamatkan diri dari Fir'aun dan orang-orangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perjalanan waktu, Musa tumbuh kian dewasa dan pengikutnya juga makin banyak. Maka Musa pun kian berani menentang Fir'aun. Suatu hari Musa kembali ke ibukota, bukan kembali pulang ke pangkuan ayah tirinya yang kejam itu, melainkan ia datang untuk memberi peringatan kepada Fir'aun dan pengikutnya. Mendengar keberanian Musa itu, Asiyah mengkhawatirkan keadaannya. Ia tahu betul watak kejam suaminya. Siapapun berani menentangnya, akan ditumpas habis. Tidak ada yang bisa mencegah tindakan kejam suaminya itu, termasuk Asiyah, istrinya sendiri. Tiada jalan lain, wanita shalihah ini kemudian berdoa kepada Allah untuk kemenangan Musa. Begitulah jika Allah berkehendak. Ternyata Fir'aun yang dholim itu mendapat pertentangan dari istrinya sendiri, karena kedholimannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertentangan itu semakin keras tatkala Fir'aun mendakwakan dirinya sebagai Tuhan yang harus disembah oleh seluruh rakyatnya. Asiyah sedikitpun tidak mengakui ketuhanan Fir'aun. Ia rela menerima siksaan dan tekanan daripada mengakui suaminya sebagai tuhan. Asiyahlah satu-satunya keluarga istana yang tak mau patuh dan tunduk dengan dakwaan Fir'aun itu. Padahal seluruh keluarga istana menjadi pengikut Fir'aun karena takut dibunuh. Fir'aun adalah seorang raja yang lalim dan kejam. Ia memiliki bala tentara yang besar dan kejam. Sehingga sewaktu dia memerintahkan rakyatnya untuk menyembahnya hanya segelinir orang yang tak mau mengikuti perintah itu. Diantaranya nabi Musa, Asiyah dan pelayan rumah tangga kerajaan bernama Masyitoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketauladanan Asiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asiyah termasuk sedikit diantara manusia yang namanya terukir dalam Al Qur'an. Allah memberikan penghormatan kepadanya karena ketakwaan dan keshalehannya. Allah menjadikannya sebagai contoh bagi kaum hawa yang tetap tegak dalam keyakinan tauhid walaupun berada di tengah-tengah lingkungan yang penuh dengan dosa dan kemusyrikan. Allah juga menjadikannya sebagai contoh bagi istri yang sabar. Istri penyabar bisa memberikan jasa sangat besar dalam memelihara keutuhan rumah tangga, kebahagiaan suami dan kegembiraan anak-anaknya. Istri seperti itu tidak akan mudah menceritakan kesulitan dan berbagai permasalahan yang akan menyedihkan dan mencemaskan suaminya. Walaupun sebenarnya ia menyimpan kepahitan dalam hatinya. Semua kesulitan akan dihadapinya dengan penuh ketabahan dan sikap pasrah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asiyah termasuk orang yang tak silau dengan kehidupan duniawi. Meski ia hidup di lingkungan Istana. Ia tidak tertarik dengan segala kemewahan yang ada di dalamnya. Ia tidak mau memanfaatkan kesempatan sebagai seorang istri Raja untuk bersenang-senang dan berfoya-foya. Malah ia mengangap rendah segala kemewahan dunia yang ada padanya dan meminta agar diselamatkan dari Fir'aun berikut keburukannya demi untuk menggapai kehidupan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang meremehkan bentuk-bentuk penampilan duniawi itu sudah menjadi sikap hidupnya. Padahal jika mau, ia tinggal berkata kepada para abdinya untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Tapi hal itu tidak ia lakukan. Ia menyadari bahwa apa yang ada di istananya itu hanya kepuasan semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya, kemuliaan yang hakiki dan kehormatan yang mutlak hanya ada pada Allah swt. Ia meyakini bahwa dunia beserta kenikmatannya akan lenyap, sedangkan akhirat adalah kehidupan kekal, damai abadi selamanya. Maka baginya lebih memilih hal yang kekal daripada yang fana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga memberikan Asiyah hati yang lemah lembut. Hatinya yang lembut itu ia tunjukkan tatkala Fir'aun menghukum keluaga Masyithoh yang tak mau mengakui ketuhanannya. Ia adalah satu-satunya keluarga istana yang bercucuran air matanya ketika menyaksikan bagaimana keluarga Masyithoh dilemparkan ke dalam api, karena keluarga itu beriman kepada apa yang dibawa oleh Musa. Tanpa belas kasihan, pengawal Fir'aun melemparkan satu per satu anak Masyithoh ke dalam api. Hati Asiyah semakin teriris tatkala giliran anak terkecil yang masih ada dalam pelukan pelayan perempuan istana Fir'aun itu juga dilempar ke dalam api. Dan pada saat itulah ia juga melihat sebuah kebenaran ketika tiba-tiba bayi yang masih dalam gendongan itu berkata, "Wahai ibuku, bersabarlah. Sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran". Bayi itu berkata kepada ibunya ketika perasaan takut dan iba menguasai hati Masyithoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu semua orang berbondong-bondong menyatakan pengakuan terhadap ketuhanan Fir'aun, Asiyah malah sebaliknya. Ia terang-terangan menolak Fir'aun sebagai Tuhan. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami, ia tidak bisa menerima pengakuan itu. Ia tetap memegang teguh keyakinannya bahwa Tuhan yang patut disembah adalah Allah Yang Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lebih memilih dihukum daripada harus mengakui ketuhanan suaminya yang berarti musyrik kepada yang kekal yaitu Allah. Sikapnya itu membuat Fir'aun marah. Asiyah terus menerus mendapat tekanan agar meninggalkan keyakinannya itu. Tetapi usaha itu sia-sia. Meski hidup di bawah tekanan dan ancaman, ia tak takut sedikitpun mempertahankan keyakinannya. Ia tetap sabar menghadapi perilaku buruk suaminya. Tabah menghadapi kekejaman suaminya dan hanya pasrah pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asiyah tetap teguh dalam mengikuti ajaran Musa as walau nyawa sebagai taruhannya. Ketika Fir'aun masuk ke dalam kamarnya setelah membakar keluarga Masyithoh, Fir'aun berkata, "Kuharap kamu telah menyaksikan bagaimana yang terjadi atas perempuan yang ingkar kepada tuhannya yang agung, Fir'aun." Dengan cepat Asiyah menyela, "Celaka engkau hai Fir'aun dengan azab Allah!" Tak syak lagi, perkataannya itu telah membuat Fir'aun marah besar. Fir'aun segera memerintahkan para pengawal untuk mengikatnya di empat tiang kebun istana, kemudian para pengawal mengambil cemeti dan menderakan ke tubuh Asiyah. Sementara Fir'aun memerintahkan untuk memperkeras siksaan itu. Tak sepatah katapun keluar dari mulut Asiyah selain munajat kepada Allah swt yang diabadikan dalam al-Qur'an, "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim". (QS. 66:11). Setelah itu Asiyah pun pergi menuju Tuhannya sebagai wanita syahidah di empat tiang.•&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179568970011943?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179568970011943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179568970011943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/asiyah-binti-muzahim.html' title='Asiyah binti Muzahim'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179401670331089</id><published>2006-03-08T11:12:00.004+07:00</published><updated>2006-03-08T12:00:16.703+07:00</updated><title type='text'>Shofura</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(QS. 28:23-29)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Isteri Musa (as) yang merupakan anak orang saleh di Madyan. Terpelihara kesuciannya dari ihktilat (percampuran antara lelaki dan wanita yang bukan muhrim).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179401670331089?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179401670331089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179401670331089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/shofura.html' title='Shofura'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179353955922049</id><published>2006-03-08T11:12:00.003+07:00</published><updated>2006-03-08T11:52:19.560+07:00</updated><title type='text'>Sarah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(QS. 11:70;72;73, 14:37)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Isteri Ibrahim (as). Wanita pertama pengikut da'wah Ibrahim (as). Tubuhnya, Allah pelihara dari jamahan Fir'aun, si gelap mata. Dalam penantian panjang seorang cahaya mata, dia usulkan agar suaminya menikahi Hajar. Api cemburu tak terelakkan lagi tatkala sang bayi yang dinanti justru dari rahim hajar. Namun Allah selalu bersama orang yang sabar, datanglah kabar gembira bahwa ia akan hamil dan melahirkan Ishaq. Bahkan Sarah dianugerahi dua Nabi, Ishaq (as) dan Ya'kub (as), dari keturunannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179353955922049?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179353955922049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179353955922049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/sarah.html' title='Sarah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179331427372461</id><published>2006-03-08T11:12:00.002+07:00</published><updated>2006-03-08T11:48:34.273+07:00</updated><title type='text'>Maryam al-Bathul</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(QS. 3:36;45, 4:157, 19:19-21;23-33, 66:12)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maryam anak dari Khannah binti Faqudz dan Imran bin Matsan, seorang alim dari Bani Israil. Dia telah dinazarkan ibunya untuk diserahkan ke Baitul Maqdis. Ketika lahir, ayahnya sudah meninggal dan Maryam dipelihara oleh Zakariya bin Bardhiya, suami bibinya, dan dibangun kamar khusus untuknya di dalam rumah ibadat. Kemudian tugas Zakariya dilanjutkan Yusuf an-Najjar, seorang tukang kayu yang soleh, sepupu Maryam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran Maryam diuji Allah ketika dicaci kaumnya sebab melahirkan anak, Isa (as), tanpa suami. Sampai akhirnya dengan kuasa Allah, Isa (as) yang masih dalam buaian menjawab ejekan mereka, sehingga sadarlah kaumnya, bahwa semua itu adalah mu'jizat &lt;br /&gt;Allah. Ketika Isa (as) mendapat tantangan yang keras dari pendeta-pendeta Israil yang sesat, justru Maryam semakin berani mendukungnya. Maryam al-'Adzra al-Bathul, wafat setelah enam tahun Isa (as), diangkat Allah ke langit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179331427372461?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179331427372461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179331427372461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/maryam-al-bathul.html' title='Maryam al-Bathul'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179263973272285</id><published>2006-03-08T11:12:00.001+07:00</published><updated>2006-03-08T11:37:19.736+07:00</updated><title type='text'>Cut Nyak Dhien</title><content type='html'>Perempuan ini lahir pada tahun 1848. Ayahnya, Teuku Nanta Setia, adalah seorang ulubalang, panglima perang di VI Mukim, bagian dari wilayah Sagi XXV. Leluhur dari pihak ayahnya, yaitu Panglima Nanta adalah keturunan Sultan Aceh yang pada permulaan abad ke-17 merupakan wakil Ratu Tajjul Alam di Sumatera Barat. Ibunya juga berasal dari keluarga ulubalang, yaitu keluarga bangsawan Lampagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana anak bangsawan lainnya di sana, Dhien kecil mendapatkan pendidikan agama secara intens. Dalam usia belasan, tahun 1862, Dhien menikah dengan Teuku Ibrahim Lamnga, putra dari Ulubalang LamNga XIII. Sejak awal Dhien muda sudah menyadari, menikah dengan seorang pejuang berarti ia harus siap kehilangan sang suami sewaktu-waktu. Pada tanggal 22 Maret 1873, ayah dan suami Dhien pergi berjihad, berperang melawan Belanda. Pasukan mereka berhasil membunuh Jendral Kohler dalam pertempuran di Kutaraja, ibukota Aceh saat itu. Kebahagiaan memenuhi hati Dhien manakala ia melihat kedua pria utama dalam hidupnya pulang dengan selamat. Tetapi, pada 11 Desember 1873, sekitar tujuh ribu tentara Belanda kembali menyerang Aceh di bawah pimpinan Jendral van Switten. Sebagai panglima perang Teuku Nanta Setia dan menantunya, Teuku Ibrahim Lamnga memimpin pasukan dan turun ke medan perang. Kali ini, Belanda lebih siap. Mereka menggempur Kuraja habis-habisan sampai-sampai Sultan Acehpun terpaksa meninggalkan ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun penguasa Aceh bersembunyi di hutan belantara, mereka tetap melawan Belanda. Mereka kini mengubah taktik dan melancarkan perang gerilya dari hutan. Dhien muda mengikuti ayah dan suaminya masuk hutan. Sejak itu, Dhien mengobarkan apa saja untuk perjuangan, termasuk perhiasan dan kehidupan nyaman layaknya seorang bangsawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peristiwa yang dikenal dengan nama Perang di Sea Glee Tarun, Nanta Setia dan Ibrahim Lamnga, bersama sebagian tentara Aceh, gugur akibat pengkhianatan Habib Abdurrahman. Sejak saat itu, Cut Nyak Dhien mengambil alih kepemimpinan ayah dan suaminya dalam perang gerilya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen Dhien dalam berjuang tidak setengah-setangah. Ia bahkan sempat bersumpah tidak akan menikah lagi kecuali dengan sesama pejuang yang membantunya melawan Belanda. Padahal, Dhien saat itu masih terbilang muda. Hingga suatu saat ia bertemu dengan pemimpin perang asal Meulaboh, Aceh Barat. Pria yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya itu bernama Teuku Umar. Ketika Umar menyampaikan belasungkawa karena Dhien telah kehilangan ayah dan suami, Dhien menolak untuk berduka cita atas kematian dua orang terkasihnya. "Aku seharusnya bahagia karena mereka mencapai serajat paling mulia dan mati sebagai syuhada," ujarnya. Mendengar ucapan setegar itu Umar terpesona. ia tak mampu menahan diri untuk tidak jatuh cinta pada Dhien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Dhien dan Umar menikah tak berapa lama setelah itu, keduanya menyatukan pasukan mereka dan bersama-sama melancarkan serangan melawan Belanda. Di sela-sela perjuangan mereka, Dhien mengandung dan melahirkan seorang putri yang diberi nama Cut Gambang. Kelak setelah dewasa, Gambangpun mengikuti jejak kedua orang tuanya menjadi pejuang. Ia menikah dengan putra Teuku Cik Ditiro, pejuang yang disegani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Jendral van Heutz berkuasa dengan licik dia menyuap rakyat untuk menjadi mata-mata Belanda. aka pengkhianatanpun terjadi. Pada 11 Februari 1899, Teuku Umar gugur saat menyerang Meulaboh. Teuku Leubeh, salah seorang kepercayaan Umar, berkhianat dan membocorkan rahasia kepada Belanda. Begitu mendengar  kematian sang ayah, Cut Gambang menangis. Namun sang bunda malah menamparnya. "Sebagai wanita Aceh, kita tidak boleh meneteskan air mata untuk yang mati syahid," ujar Dhien sambil memeluk putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Cut Nyak Dhien seorang diri menjadi pemimpin pasukan yang mayoritas adalah pria. Dia dibantu oleh orang kepercayaanya, Pang Laot Ali dan Pang Karim. Tahun 1901, didorong rasa iba melihat kondisi Dhien yang renta, rabun, dan sakit-sakitan, Pang Laot Ali terpaksa membocorkan persembunyian mereka dan berharap Belanda akan merawat Dhien. Berkat informasi Pang Lao Ali, Belanda menyerang pasukan Dhien dengan mendadak. Dengan semangat baja Dhien terus mengayunkan rencong, namun tenaga dan daya penglihatannya yang kian menurun membuat Dhien tertangkap. Ketika tertangkap wanita tua renta yang nyaris buta ini mengangkat kedua belah tangganya dengan sikap menantang. Dari mulutnya terucap kalimat,”Ya Allah ya Tuhan, inikah nasib perjuanganku? Di dalam bulan puasa aku diserahkan kepada kafir.” Meski batinnya getir karena dikhianati sahabat terpercayanya, Dhien lega karean Cut Gambang berhasil lolos dan terus mengobarkan perlawanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda kemudian mengasingkan Dhien ke Sumedang, dimana tak seorang pun mengenalnya sebagai pejuang. Sebagai tahanan politik, seharusnya Dhien berada di dalam tahanan. Tetapi Bupati Sumedang kala itu, Pangeran Aria Suriaatmaja yang bergelar Pangeran Mekkah, melihatnya sebagai sosok mulia yang paham agama. Karena itulah, Dhien ditempatkan di rumah seorang ulama bernama Haji Ilyas di belakang kaum (Masjid Besar) Sumedang. Haji Ilyas dan Dhien sama sekali tidak memahami bahsa mereka masing-masing, kecuali satu, bahasa agama. Ilyas menyadari Dhien adalah ahli agama yang fasih melantunkan al-Quran. Itulah sebabnya Dhien dijuluki Ibu Perbu (Ratu) dan diperbolehkan mengajar Agama Islam. Banyak penduduk yang minta belajar agama, khususnya menghapal al-Quran, darinya. Sebagian dari murid-murid Dhien memberinya makanan dan pakaian, mengingat Dhien tidak pernah mau menerima apa pun dari Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang tahu siapa sebetulnya Ibu Perbu hingga ia wafat pada 8 November 1908, dan dikebumikan di Gunung Puyuh. Baru pada tahun 1960, lewat pemberitahuan Belanda tentang Surat Keputusan No.23 (Kolonial Verslag 1907:12), diketahui keberadaan Dhien. Presiden Soekarno memberinya gelar Pahlawan Nasional, pada tanggal 2 Mei 1964, melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179263973272285?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179263973272285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179263973272285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/cut-nyak-dhien.html' title='Cut Nyak Dhien'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114179143361491208</id><published>2006-03-08T11:12:00.000+07:00</published><updated>2006-03-08T11:17:13.633+07:00</updated><title type='text'>H.R. Rasuna Said</title><content type='html'>Hajjah Rasuna Said termasuk pejuang yang gigih dan tegar dalam memperjuangkan keyakinannya, yang meliputi emansipasi wanita, agama, pendidikan, pers, dan politik. Ia lahir pada tanggal 14 September 1910 di Maninjau, Sumatera Barat. Rasuna Said mengeyam pendidikan di Sekolah Desa di Maninjau, Sekolah Diniyah (Agama Islam) di Padang Panjang disamping sekolah agama di Sekolah Thawalib dan Islamic College. Rasuna juga aktif di beberapa organisasi. Diantaranya sebagai Sekretaris Cabang Sarekat Rakyat dan anggota Pengurus Besar Persatuan Muslimin Indonesia (Permi) tahun 1930. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasannya dalam pemikiran dan organisasi juga ditunjang dengan kemahirannya berpidato, khususnya untuk mengecam pemerintah kolonial Belanda. Aktivitasnya yang anti penjajahan ini membuat ia ditangkap tahun 1932. Setelah masa tahanannya selesai, Rasuna kembali ke Sumatera Barat dan aktif dalam bidang pendidikan. Ia mendirikan Sekolah Thawalib, Sekolah Kursus Puteri di Padang, lalu pindah ke Medan dan mendirikan Perguruan Puteri di sana. Di bidang pers, Rasuna mendirikan majalah Menara Puteri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman pendudukan Jepang, ia mendirikan “Pemuda Nippon Raya” di Padang, menggambleng para pemuda agar berjuang untuk memperolah kemerdekaan tanah air dan bangsa. Namun pada perkembangan selanjutnya, organisasi ini dibubarkan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman kemerdekaan, Rasuna duduk dalam Komite Nasional Pusat, DPR-RIS, DRP Sementata , dan anggota Dewan Pertimbangan Agung. Beliau meninggal pada 2 November 1965 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114179143361491208?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179143361491208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114179143361491208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/03/hr-rasuna-said.html' title='H.R. Rasuna Said'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114110129641875885</id><published>2006-02-28T11:28:00.000+07:00</published><updated>2006-02-28T11:34:56.440+07:00</updated><title type='text'>101 Alasan Mengapa Saya Pakai Jilbab</title><content type='html'>&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0cm; TEXT-ALIGN: justify" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menjalankan syi’ar Islam.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Berniat untuk ibadah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;beliau.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Untuk memperoleh Ridho Allah (InsyaAllah).&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Agar kaum wanita menutup auratnya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Bukan karena gaya-gayaan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Bukan karena mengikut trend.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Bukan karena berlagak sok suci.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Lebih baik sok suci dari pada sok zholim ^_^ .&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek nafsu semata.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga dirinya dari objek nafsu semata.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Saya ingin menjadi wanita solihah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jilbab adalah pakaian taqwa.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jilbab adalah identitas wanita muslimah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:place&gt;Para&lt;/st1:place&gt; sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Semoga Allah memberikan kepada kita balasan jannah yang sama seperti mereka.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Untuk meninggikan izzah Islam.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah).&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jilbab lebih melindungi diri.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya lebih merasa aman.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menjaga diri dari gangguan lelaki usil.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘cuci mata’.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menjaga diri dari objek syahwat lelaki.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menjaga diri dari mata lelaki yang jelalatan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menghin dari zina mata dan zina hati.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya lebih bersahaja.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya lebih khusyu’.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah).&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya malu bila berbuat dosa.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Mendekatkan saya pada Allah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Mendekatkan saya pada Rasulullah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Mendekatkan saya pada sesama muslim.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Mendekatkan saya pada ajaran Islam.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Berjilbab bukan sesuatu yang kuno.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Merupakan satu barometer telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membedakan diri dari penganut agama lain.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Memudahkan dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Memudahkan menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya lebih terlihat anggun.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya terlihat menyenangkan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya lebih terlihat wanita.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Tidak terlihat seperti laki-laki.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Memudahkan saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jodoh merupakan urusan Allah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Memudahkan saya dalam beraktifitas..&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat lebih mudah bergerak.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Sangat repot bila memakai pakaian wanita seperti trend saat ini (yang ketat).&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Saya tidak suka memakai celana jeans.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Celana jeans yang ketat dapat menyebabkan kanker rahim karena suhu di sekitar rahim tidak beraturan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menghemat waktu dalam berpakaian.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menghemat waktu dalam berhias.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menghemat biaya untuk membeli make up.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Meminimalkan penyakit kanker kulit.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertenu. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat kebotakan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menghindari hidup yang konsumtif.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Lebih mudah dalam menabung.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari kemudian.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Membuat saya merasa menjadi wanita seutuhnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sebenarnya, pasti alasannya lebih dari 101, lebih banyak dari itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114110129641875885?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114110129641875885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114110129641875885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/02/101-alasan-mengapa-saya-pakai-jilbab.html' title='101 Alasan Mengapa Saya Pakai Jilbab'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-114068257691451975</id><published>2006-02-23T15:15:00.000+07:00</published><updated>2006-02-23T15:16:16.926+07:00</updated><title type='text'>Karakteristik wanita [istri] yang menjadi pendamping hidup idaman pria [suami]</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selalu memberikan masukan kepada suami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang seorang suami tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya setelah mereka berumah tangga. Oleh karena itu, yang pertama harus dikerjakan seorang istri adalah membantu memperjelas angan-angan dan keinginan yang ada dalam benak suami. Seorang istri harus membantu suaminya mengetahui apa target yang dikejar dalam kehidupannya. Tentu dengan bahasa yang baik dan spoan, tidak seolah-olah menggurui.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Membantu suami merancang target baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain," (QS al-Insyirah : 7)&lt;br /&gt;Bila suami telah berhasil merealisasikan tujuan yang dikehendakinya, istri harus menyampaikan pada suaminya bahwa keberhasilan suatu tujuan bukan akhir dari segala-galanya. Tapi, keberhasilan suatu target adalah awal langkah mengejar target yang lain. Yang penting disampaikan kepada suami adalah bahwa janganlah takut tidak berhasil mengejar suatu target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mendampingi suami hingga berhasil meraih target&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tindakan logis yang dilakukan oleh setiap istri yang berpikir cemerlang sewaktu berada di samping suaminya adalah membantunya dengan kata-kata yang baik, memberikan senyuman yang memotivasi, dan mendorongnya terus-menerus untuk merealisasikan semua target yang diharapkannya. Setiap keberhasilan yang diraih bukanlah milik sendiri, melainkan milik mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menghidupkan semangat dan harapan suami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di antara ciri khusus istri cerdas adalah selalu berusaha membangkitkan semangat dan menghidupkan harapan dalam diri suaminya, begitu pula pada anaknya, saudaranya, atau ayahnya sekalipun. Janganlah sekali-kali seorang istri mengatakan bahwa suaminya selalu mengalami kegagalan. Menurut Margaret Colcen, kewajiban terpenting seorang istri adalah memanfaatkan waktu makan bersama untuk berbicara dangan suami tentang harapan, optimisme, dan keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda Khadijah selalu mampu memberikan semangat untuk Muhammad Saw lewat kata-kata dan perilaku yang menarik. Ungkapannya berisi daua hal:&lt;br /&gt;1. Meyakinkan kepada suami bahwa perjuangannya benar dan lurus.&lt;br /&gt;2. Memuji dan menganggap suami mempunyai potensi yang dapat dijadikan modal.&lt;br /&gt;3. Dorongan semangat bahwa usahanya akan berhasil dan menghasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa, pujian yang tidak berlebihan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pembangkitan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengimbangi kecemasan suami dengan sikap dan tindakan simpatik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita sama sekali tidak dapat membahagiakan suami dan mendorongnya mencapai keberhasilan, kecuali bila ia tetap kreatif dan mampu menghiburnya. Hendaklah seorang istri benar-benar memahami bahwa suaminya sangat membutuhkan pandangan yang mendalam dari istrinya mengenai apa yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus dipahami oleh seorang istri, kecemasan suami mendorongnya uring-uringan, terkadang marah-marah, dan emosinya cepat meninggi. Hal ini sangan wajar, sebab, suami sedang mencari pelampiasan ketegangan. Sebagai istri yang baik, jangan sekali-kali mengimbanginya dengan emosi dan marah juga. Sikap yang seperti itu, ikut terbawa marah dan emosi, dapat membuat kapal suami yang semakin menghilangkan kekuatan semangat dan kesabarannya. Yang tepat dilakukan oleh seorang istri adalah menyarankannya untuk berdzikir kepada Allah dan sholat. Atau, ajaklah dia tidur, supaya ketegangannya menurun.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak merecoki tekad bulat suami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tekad seorang suami memerlukan perekat yang kental dari istrinya. Keinginan merecoki tekad suami adalah akibat istri yang tidak membiasakan belajar bersabar. Yang lebih parah, ketakutan kehilangan suami dan perasaan cemburu yang tak beralasan membuat istri menghalangi suaminya uintuk maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pandai melontarkan kritik membangun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kritik yang diberikan seorang istri adalah bantuan berharga bagi seorang suami. Orang yang paling tahu dan merasakan kekurangan suami adalah istri. Istri adalah orang yang tahu luar dalam suaminya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Anti campur tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri cerdas akan menguras pikirannya untuk mencari cara agar suaminya dapat tenang dan konsentrasi pada kegiatannya. Ia akan membiarkan suaminya berbuat dan mengerjakan pekerjannya tanpa ikut campur di dalamnya, jika suaminya menginginkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rela memberikan waktu luas kepada suami untuk konsentrasi pada tugasnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami yang pandai adalah suami yang dapat memenuhi kewajiban tugas dan hak keluarga. Sedangkan istri yang cerdas adalah istri yang banyak legowo atas hak diri dan lebih mementingkan kemaslahatan keluarga. "Biarlah dia kurang memperhatikanku, asalkan keutauhan dan kemaslahatan keluarga terjaga dengan baik," moto inilah yang biasa dipegang wanita terpelajar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-114068257691451975?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114068257691451975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/114068257691451975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2006/02/karakteristik-wanita-istri-yang.html' title='Karakteristik wanita [istri] yang menjadi pendamping hidup idaman pria [suami]'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-113472138539936158</id><published>2005-12-16T15:20:00.000+07:00</published><updated>2005-12-16T15:23:05.526+07:00</updated><title type='text'>Bagaiman cara bersuci dari haid atau junub ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara mandi bagi wanita yang sudah selesai haidnya atau telah berjunub adalah sama dengan cara laki-laki mandi junub, hanya bagi wanita tidak wajib atasnya melepas ikatan atau kepangan (jalinan) rambutnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Ummu Salamah radhiallahu anhaa berikut ini : "Seorang wanita berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : "Sesungguhnya aku adalah orang yang mengikat rambut kepalaku. Apakah aku (harus) membuka ikatan rambutkau untuk mandi janabat. " Rasulullah menjawawb: "Sungguh cukup bagimu menuang mengguyur) atas kepalamu tiga tuangan dengan air kemudian engkau siram seluruh badanmu, maka sungguh dengan berbuat demikian) engkau telah bersuci." {HR. Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi dan dia berkata hadits ini adalah hasan shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain hadits ini dari jalan Abdurrazaq dengan lafadz: "Apakah aku harus (harus) melepaskannya (ikatan rambutku) untuk mandi janabat?" disunahkan bagi wanita apbila mandi dari haid atau nifas memakai kapas yang ditaruh padanya minyak wangi lalu digunakan untuk membersihkan bekas darah agar tidak meninggalkan bau. Hal ini diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisah Radhiallahu anha : "Bahwasanya Asma binti Yazid bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang mandi haid. Maka beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda : "(hendklah) salah seorang di antara kalian memakai air yang dicampur dengan daun bidara (wewangian), kemudian dia bersuci dengannya lalu berwudhu dan memperbaiki wudhunya. Kemudian dia siramkan air di atas kepalanya. Lalu dia siramkan atasnya air (ke seluruh tubuh) setelah itu (hendaklah) dia mengambil kapas (atau kain yang telah diberi minyak wangi) kemudian ia bersuci dengannya."{HR. Al-Jamaah kecuali Tirmidzi}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah mandi haid atau junub dinamakan mandi syari, kecuali dengan dua hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Niat, karena dengan niat terbedakan dari kebiasan dengan ibadah, dalilnya hadits Umar bin Khaththab radhiallahu anhu: "bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : "Sesungguhnya amalan itu tergantung dari niatnya."{HR. Al-Jamaah}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya adalah bahwasanya sahnya amalan itu dengan niat, amal tanpa niat tidak dianggap syari. Yang perlu diingat bahwa niat adalah amalan hati bukan amalan lisan, jadi tidak perlu diucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membersihkan seluruh anggota badan (mandi) dalam mengamalkan firman Allah subhanahu wa Taala: "Dan apabila kalian junub maka mandilah.{Al-Maidah :6}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga firman Allah subhanahu wa Taala : "Mereka bertanya kepadamu tentang haid , katakanlah haid itu kotoran yang menyakitkan) maka dari itu jauhkanlah diri kalian dari wanita (istri)yang sedang haiddan janganlah engkau mendekati mereka, sampai mereka bersuci (mandi)."{Al-Baqarah : 222}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tata cara mandi yang disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. mencuci kedua tangan sekali, dua kali atau tiga kali.&lt;br /&gt;2. lalu mencuci kemaluan dengan tangan kiri, setelah itu tangan bekas menggsok kemaluan tersebut digosokan ke bumi.&lt;br /&gt;3. kemudian berwudhu seperti wudhunyaorang yang mau shalat. Boleh mengakhirkan kedua kaki (dalam berwudhu tidak mencuci kaki)sampai mandi selesaibaru kemudian mencuci kedua kaki.&lt;br /&gt;4. membasahi kepala sampai pangkal rambutdengan menyela-nyelanya dengan jari-jemari.&lt;br /&gt;5. setelah itu menuangkan air di atas kepala sebanyak tiga kali.&lt;br /&gt;6. kemudian menyiram seluruh tubuh, dimulai dengan bagian kanan tubuh lalu bagian kiri sambil membersihkan kedua ketiak, telinga bagian dalam, pusar dan jari jemari kaki serta menggosok bagian tubuh yang mungkin digosok.&lt;br /&gt;7. selesai mandi, mencuci kedua kaki bagi yang mengakhirkannya (tidak mencucinya tatkala berwudhu)&lt;br /&gt;8. membersihkan/mengeringkan airyang ada di badan dengan tangan (dan boleh dengan handuk atau lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara mandi seperti di atas sesuai dengan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam : "dari Aisah radhiallahu anha, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam apabila dari junub beliau mulai dengan mencuci kedua tangannya, lalu beliau mengambil air dengan tangan kanan kemudian dituangkan di atas tangan kiri (yang) beliau gunakan untuk mencuci kemaluannya. Kemudian beliau berwudhu seperti wudhunya orang yang mau shalat. Selesai itu beliau mengambil air(dan menuangkannya di kepalanya)sambil memasukan jari-jemarinyake pangkal rambutnyahingga beliau mengetahui bahwasanya beliau telah membersihkan kepalanya dengan tiga siraman (air), kemudian menyiram seluruh badannya."{HR. Bukhari dan Muslim}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga hadits : "Dari Aisyah radhiallahu anha berkata: Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apabila mandi janabat beliau meminta air, kemudian beliau ambil dengan telapak tangannya dan dan mulai (mencuci) bagian kanan kepalanya lalu bagian kirinya. Setelah itu beliau mengambil air dengan kedua telapak tangannya lalu beliau balikkan (tumpahkan) di atas kepalanya."{HR. Bukhari dan Muslim}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain : "Dari Maimunah radhiallahu anha berkata : "Aku meletakan air untuk mandi Nabi shallallahu alaihi wasallam. Kemudian beliau menuangkan atas kedua tangannya dan mencucinya dua atau tiga kali, lalu beliau menuangkan dengan tangan kanannya atas tangan kirinya dan mencuci kemaluannya (dengan tangan kiri), setelah itu beliau gosokkan tangan (kirinya) ke tanah.Kemudian beliau berkumur-kumur, memasukanair ke hidung dan menyemburkannya, lalu mencuci kedua wajah dan kedua tangannya, kemudian mencuci kepalnya tiga kali dan menyiram seluruh badannya. Selesai itu beliau menjauh dari tempat mandinya lalu mencuci kedua kakinya. Berkata Maimunah : Maka aku berikan kepadanya secarik kain akan tetapi beliau tidak menginginkannya dan tetaplah beliau mengeringkan air (yang ada pada badannya) dengan tangannya."{HR. Al-Jamaah}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mandi di atas adalah cara mandi wajib yang sempurna yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim dalam rangka untuk mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa untuk mandi besar ada dua sifat:&lt;br /&gt;1. Mandi sempurna dengan menggunakan cara-cara di atas.&lt;br /&gt;2. Mandi biasa yaitu mandi yang hanya melakukan hal yang wajib saja tanpa melakukan sunnahnya, dallinya keumuman ayat dalam surat yang artinya : "Janganlah kalian dekati mereka (wanita Haid) sampai mereka bersuci (mandi) dan apbila mereka telah mandi...."{Al-Baqarah 222}. Dan juga dalam firman Allah subhanahu wa Taala : Dan apabila kalian junub maka bersucilah (mandilah)."{Al-Maidah : 6}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dua ayat di atas Allah subhanau wa Taala tidak menyebutkan kecuali mandi saja, dan barang siapa telah membasahi seluruh badannya dengan air dengan mandi besar walaupun hanya sekali berarti dia telah suci. Yang demikian juga telah ada keterangan dari hadits shahih dari Aisyah dan Maimunah radhiallahu anhuma, juga hadits Ummu Salamah radhiallahu anha : "Cukuplah bagimu menuangkan air di atas kepalanya tiga kali tuangan , kemudian engkau siram (seluruh badanmu) dengan air, (dengan berbuat dmikian) maka sungguh engkau telah bersuci."{HR. Muslim}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik teladan adalah Nabi shallallahu alaihi wasallam.&lt;br /&gt;Wallahu alam bish-shawab.&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;[sumber : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.perpustakaan-islam.com/artikel/detail.php?kategori=&amp;id_artikel=16"&gt;Perpustakaan Islam&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;[Kontributor : Fuad Hasyim, 02 Desember 2001 ]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-113472138539936158?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/113472138539936158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/113472138539936158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2005/12/bagaiman-cara-bersuci-dari-haid-atau.html' title='Bagaiman cara bersuci dari haid atau junub ?'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-113187062731974996</id><published>2005-11-13T15:12:00.000+07:00</published><updated>2005-11-13T15:30:27.333+07:00</updated><title type='text'>Aneka Resep Makanan untuk Balita</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Nasi tim ayam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;80 gr nasi aron (setengah matang)&lt;br /&gt;100 gr wortel di parut&lt;br /&gt;50 gr tomat diiris&lt;br /&gt;50 gr daging ayam giling&lt;br /&gt;1 butir kuning telur&lt;br /&gt;garam secukupnya air secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memasak:&lt;br /&gt;Campurkan semua bahan menjadi satu.&lt;br /&gt;Masukkan ke dalam mangkuk tahan panas dan beri air sampai semuanya terendam.&lt;br /&gt;Masukan mangkuk tadi kedalam risopan dan tertutup lalu tim sampai Matang.&lt;br /&gt;Siap untuk disajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Nasi tim hati tempe&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;80 gr nasi aron (setengah matang)&lt;br /&gt;100 gr labu kuning ,diiris kecil&lt;br /&gt;50 gr tomat masak diiris kecil&lt;br /&gt;50 gr hati ayam diiris kecil&lt;br /&gt;50 gr tempe diiris kecil&lt;br /&gt;garam secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuatnya Sama dengan yang di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Tim tahu lezat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;50 gr wortel diparut&lt;br /&gt;50 gr tahu dihancurkan&lt;br /&gt;50 gr tepung beras merah atau putih&lt;br /&gt;garam secukupnya&lt;br /&gt;500 cc air&lt;br /&gt;20 gr daun bayam diiris halus&lt;br /&gt;50 gr tomat diiris kecil&lt;br /&gt;Gula pasir secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memasaknya:&lt;br /&gt;Masukkan wortel, tahu, tepung beras, dan air dalam mangkuk tahan panas kemudian ditim Selama ditim mangkuk harus tertutup, sambil sekali- kali isinya diaduk, setelah setengah masak masukkan ayam lalu aduk lagi masak sampai tim betul2 lunak, lalu angkat dan haluskan dengan blender kalau ada kemudian saringlah dan hidangkan dengan air tomat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat air tomat :&lt;br /&gt;Rendam tomat dalam air panas yang baru mendidih kira2 10 menit, lalu Angkat hancurkan dan saring, tambahkan 100 cc air dan sedikit gula balita dibawah usia 6 bulan dapat disaring / dihaluskan terlebih dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Rawon&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;daging sapi ( jangan yang berlemak),&lt;br /&gt;daun sop,&lt;br /&gt;kecambah (yang pendek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu :&lt;br /&gt;ketumbar, bawang merah, putih, cabe merah( buang bijinya), kemiri, sereh, daun&lt;br /&gt;jeruk, lengkuas&lt;br /&gt;dan tentunya kluwak ( warna hitam )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya Memasak:&lt;br /&gt;Daging direbus hingga empuk, terus potong dadu.&lt;br /&gt;Semua bumbu dihaluskan kecuali sereh, daun jeruk, lengkuas, kemudian di tumis pakai minyak sedikit, masukkan lengkuas,sereh, daun jeruk.&lt;br /&gt;Masukkan bumbu pada kaldu daging dan masukkan dagingnya. Tambahkan gula sedikit&lt;br /&gt;sebagai ganti penyedap.&lt;br /&gt;Kalau sudah matang masukkan daun so yang sudah diiris kasar.&lt;br /&gt;Setelah matang sajikan bersama kecambah dan tempe goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips : bawang putihnya hanya digeprek biar aromanya terasa, jangan ditumbuk halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Terik tahu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan : tahu kulit, daging sapi, telur puyuh, santan kelapa&lt;br /&gt;Bumbu : bawang merah, putih, ketumbar, kemiri, salam, laos, gula merah sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya Memasak:&lt;br /&gt;Rebus daging higga empuk, potong-potong melintang. Ambil kaldu yang sudah dingin,&lt;br /&gt;masukkan dalam kelapa.&lt;br /&gt;Bagi santan menjadi 2, yang encer &amp;amp; kental.&lt;br /&gt;Tumis bumbu,masukkan santan encer sedikit bersama dengan daging, tahu telur, biarkan&lt;br /&gt;sampai meresap.&lt;br /&gt;Pakai api kecil), setelah meresap tambahkan sisa santan encer, terakhir santan kental.&lt;br /&gt;Sajikan bersama lalap ketimun dan kemangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Rolade daging&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahan : daging cincang, ati cincang,telur, roti tawar buang kulitnya.&lt;br /&gt;Bumbu : lada, bawang putih,bawang bombay cincang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya Memasak:&lt;br /&gt;Semua bahan dicampur jadi satu masukkan bumbu, siapkan plastik/kertas roti/daun pisang untuk membungkus. taruh semua adonan dalam alas daun pisang,kemudian gulung, semat ujungnya dengan lidi.Kukus sampai matang. Setelah dingin,masukkan dalam kulkas. Setelah&lt;br /&gt;mengeras potong-potong.&lt;br /&gt;Siapkan telur, kocok lepas, masukkan rolade daging ke dalam kocokan telur, goreng.&lt;br /&gt;Rolade ini bisa disajikan sebagai semur, atau dimakan dengan pasta tomat.&lt;br /&gt;Untuk membuat rolade ikan atau sayur caranya sama,cuma kalau ikan&lt;br /&gt;Bumbunya lebih lengkap al ketumbar, bawang putih, kencur,sedikit jahe.&lt;br /&gt;Sajikan hangat-hangat dengan bermacam-macam sayur tumis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Tahu isi telur.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan : tahu cina, daging cincang, telur puyuh.&lt;br /&gt;Bumbu : mrica, bawang putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya memasak:&lt;br /&gt;Masak daging cincang hingga matang, tambahkan bumbu ketumbar + salam. biarkan sampai&lt;br /&gt;airnya habis.&lt;br /&gt;Tahu dihaluskan sampai lembut, beri mrica+garam. Campur dengan daging cincang.&lt;br /&gt;Ambil cetakan ( terserah mau bentuk apa ), olesi cetakan dengan minyak/mentega, masukkan adonan tahu dan ditengahnya dihiasi telur puyuh, kukus hingga matang. setelah dingin, keluarkan dari cetakan dan masukkan ke kulkas.Setelah keras, gulingkan dalam kocokan telur&lt;br /&gt;dan goreng.Bisa disajikan dengan pasta tomat dan berbagai macam sayur tumis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[Sumber : &lt;a href="http://www.myquran.org/forum/showthread.php?t=18339"&gt;myQuran&lt;/a&gt;]&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-113187062731974996?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/113187062731974996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/113187062731974996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2005/11/aneka-resep-makanan-untuk-balita.html' title='Aneka Resep Makanan untuk Balita'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-113073509096873336</id><published>2005-10-31T11:38:00.000+07:00</published><updated>2005-10-31T12:04:50.996+07:00</updated><title type='text'>Ikhwan GANTENG, Partner Sejati Akhwat?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : Ayat Al Akrash&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hudzaifah.org&lt;/span&gt; - Alangkah indahnya Islam. Kedudukan manusia dinilai dari ketaqwaannya, bukan dari gendernya. Ini adalah strata terbuka sehingga siapa saja berpeluang untuk memasuki strata taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat adalah dua makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbeda. Ikhwan, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan rasionalitasnya karena ia adalah pemimpin bagi kaum hawa. Akhwat, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan sensitivitas perasaannya karena ia akan menjadi ibu dari anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 9: 71)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lapangan, ikhwan dan akhwat harus menjaga hijab satu sama lain, namun tentu bukan berarti harus memutuskan hubungan, karena dalam da’wah, ikhwan dan akhwat adalah seperti satu bangunan yang kokoh, yang sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini menjadi sebuah fenomena baru di berbagai LDK kampus tentang sedikit ‘konfrontasi’ ikhwan dengan akhwat. Tepatnya, tentang kurang cepat tanggapnya da’wah para ikhwan yang notabene adalah partner da’wah dari akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut menjadi catatan, mengapa ADK akhwat selalu lebih banyak dari ADK ikhwan. Walau belum ada penelitian, tetapi bila melihat data kader, pun data massa dimana jumlah akhwat selalu dua sampai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan ikhwan, maka dapat diindikasikan bahwa ghirah, militansi dan keagresifan berda’wah akhwat, lebih unggul. Meski memang hidayah itu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun tentu kita tak dapat mengabaikan proses ikhtiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat Militan, Perkasa dan Mandiri?&lt;br /&gt;Sejak kapankah adanya istilah Akhwat militan, perkasa dan mandiri ini? Berdasarkan dialog-dialog yang penulis telaah di lapangan, dan di beberapa LDK, ternyata hampir semua akhwat memiliki permasalahan yang sama, yaitu tentang kurang cepat tanggapnya ikhwan dalam menghadapi tribulasi da’wah. Bahkan ada sebuah rohis yang memang secara turun temurun, kader-kader akhwatnya terbiasa mandiri dan militan. Mengapa? Karena sebagian besar ikhwan dianggap kurang bisa diandalkan. Dan ada pula sebuah masjid kampus di Indonesia yang hampir semua agenda da’wahnya digerakkan oleh para akhwat. Entah hilang kemanakah para ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat seringnya menghadapi ikhwan semacam ini, yang mungkin karena sangat gemasnya, penulis pernah mendengar doa seorang akhwat, “Ya Allah…, semoga nanti kalau punya suami, jangan yang seperti itu… (tidak cepat tanggap–red),” ujarnya sedih. Nah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ikhwan GANTENG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimanakah seharusnya ikhwan selaku partner da’wah akhwat? Setidaknya ada tujuh point yang patut kita jadikan catatan dan tanamkan dalam kaderisasi pembinaan ADK, yaitu GANTENG (Gesit, Atensi, No reason, Tanggap, Empati, Nahkoda, Gentle). Beberapa kisah tentang ikhwan yang tidak GANTENG, akan dipaparkan pula di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. (G) Gesit dalam da’wah&lt;br /&gt;Da’wah selalu berubah dan membutuhkan kegesitan atau gerak cepat dari para aktivisnya. Ada sebuah kisah tentang poin ini. Dua orang akhwat menyampaikan pesan kepada si fulan agar memanggil ikhwan B dari masjid untuk rapat mendesak. Sudah bisa ditebak…, tunggu punya tunggu…, ikhwan B tak kunjung keluar dari masjid. Para akhwat menjadi gemas dan menyampaikan pesan lagi agar si fulan memanggil ikhwan C saja. Mengapa? Karena ikhwan C ini memang dikenal gesit dalam berda’wah. Benar saja, tak sampai 30 detik, ikhwan C segera keluar dari masjid dan menemui para akhwat. Mobilitas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. (A) Atensi pada jundi&lt;br /&gt;Perhatian di sini adalah perhatian ukhuwah secara umum. Contoh kisah bahwa ikhwan kurang dalam atensi adalah ketika ada rombongan ikhwan dan akhwat sedang melakukan perjalanan bersama dengan berjalan kaki. Para ikhwan berjalan di depan dengan tanpa melihat keadaan akhwat sedikitpun, hingga mereka menghilang di tikungan jalan. Para akhwat kelimpungan.., nih ikhwan pada kemana? “Duh.., ikhwan ngga’ liat-liat ke belakang apa ya?” Ternyata para ikhwan berjalan jauh di depan, meninggalkan para akhwat yang sudah kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. (N) No reason, demi menolong&lt;br /&gt;Kerap kali, para akhwat meminta bantuan ikhwan karena ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh akhwat. Tidak banyak beralasan dalam menolong adalah poin ketiga yang harus dimiliki oleh aktivis. Contoh kisah kurangnya sifat menolong adalah saat ada acara buka puasa bersama anak yatim. Panitia sibuk mempersiapkannya. Untuk divisi akhwat, membantu antar departemen dan antar sie adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan. Para akhwat ini kemudian meminta tolong seorang ikhwan untuk memasang spanduk. “Afwan ya…, amanah ane di panitia kan cuma mindahin karpet ini…,” jawab sang ikhwan sambil berlalu begitu saja karena menganggap tugas itu bukanlah amanahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. (T) Tanggap dengan masalah&lt;br /&gt;Permasalahan da’wah di lapangan semakin kompleks, sehingga membutuhkan aktivis yang tanggap dan bisa membaca situasi. Sebuah kisah, adanya muslimah yang akan murtad akibat kristenisasi di sebuah kampus. Aktivis akhwat yang mengetahui hal ini, menceritakannya pada seorang ikhwan yang ternyata adalah qiyadahnya. Sang ikhwan ini dengan tanggap segera merespon dan menghubungi ikhwan yang lainnya untuk melakukan tindakan pencegahan pemurtadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas, tentu contoh ikhwan yang tanggap. Lain halnya dengan kisah ini. Di sebuah perjalanan, para akhwat memiliki hajat untuk mengunjungi sebuah lokasi. Mereka kemudian menyampaikannya kepada ikhwan yang notabene adalah sang qiyadah. Sambil mengangguk-angguk, sang ikhwan menjawab, “Mmmm….”&lt;br /&gt;“Lho… terus gimana? Kok cuma “mmmmm”…” tanya para akhwat bingung.&lt;br /&gt;Sama sekali tidak ada reaksi dari sang ikhwan.&lt;br /&gt;“Aduh… gimana sih….” Para akhwat menjadi senewen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. (E) Empati&lt;br /&gt;Merasakan apa yang dirasakan oleh jundi. Kegelisahan para akhwat ini seringkali tercermin dari wajah, dan lebih jelas lagi adalah dari kata-kata. Maka sebaiknya para ikhwan ini mampu menangkap kegelisahan jundi-jundinya dan segera memberikan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kisah tentang kurang empatinya ikhwan adalah dalam sebuah perjalanan luar kota dengan menaiki bis. Saat telah tiba di tempat, ikhwan-akhwat yang berjumlah lima belas orang ini segera turun dari bis. Dan bis itu melaju kembali. Para akhwat sesaat saling berpandangan karena baru menyadari bahwa mereka kekurangan satu personel akhwat, alias, tertinggal di bis! Sontak saja para akhwat ini dengan panik, berlari dan mengejar bis. Tetapi tidak demikian halnya dengan ikhwan, mereka hanya berdiri di tempat dan dengan tenang berkata, “Nanti juga balik lagi akhwatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. (N) Nahkoda yang handal&lt;br /&gt;Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Ia adalah nahkoda kapal. Lantas bagaimanakah bila sang nahkoda tak bergerak? Alkisah, tentang baru terbentuknya kepengurusan rohis. Tunggu punya tunggu…, hari berganti hari, minggu berganti minggu, ternyata para ikhwan yang notanebe adalah para ketua departemen, tak kunjung menghubungi akhwat. Akhirnya, karena sudah “gatal” ingin segera gerak cepat beraksi dalam da’wah, para akhwat berinisiatif untuk “menggedor” ikhwan, menghubungi dan menanyakan kapan akan diadakan rapat rutin koordinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. (G) Gentle&lt;br /&gt;Bersikap jantan atau gentle, sudah seharusnya dimiliki oleh kaum Adam, apatah lagi aktivis. Tentu sebagai Jundullah (Tentara Allah) keberaniannya adalah di atas rata-rata manusia pada umumnya. Namun tidak tercermin demikian pada kisah ini. Sebuah kisah perjalanan rihlah. Rombongan ikhwan dan akhwat ada dalam satu bis. Ikhwan di depan dan akhwat di belakang. Beberapa akhwat sudah setengah mengantuk dalam perjalanan. Tiba-tiba bis berhenti dan mengeluarkan asap. Para ikhwan segera berhamburan keluar dari bis. Tinggallah para akhwat di dalam bis yang kelimpungan. “Ada apa nih?” tanya para akhwat. Saat para akhwat menyadari adanya asap, barulah mereka ikut berhamburan keluar. “Kok ikhwan ninggalin gitu aja…” ujar seorang akhwat dengan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Fenomena ketidak-GANTENG-an ikhwan ini, akan dapat berpengaruh pada kinerja da’wah. Ikhwan dan akhwat adalah partner da’wah yang senantiasa harus saling berkoordinasi. Masing-masing ikhwan dan akhwat memang mempunyai kesibukannya sendiri, namun ikhwan dilebihkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu sebagai pemimpin. Sehingga wajar saja bila yang dipimpin terkadang mengandalkan dan mengharapkan sang qawwam ini bisa jauh lebih gesit dalam berda’wah (G), perhatian kepada jundinya (A), tidak banyak alasan dalam menolong (N), tanggap dalam masalah (T), empati pada jundi (E), menjadi nahkoda yang handal (N) dan mampu memberikan perlindungan (G). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Kaum laki-laki adalah pemimpin (qawwam) bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)..." (QS. An-Nisa':34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harapkan, semoga semakin banyak lagi ikhwan-ikhwan GANTENG yang menjadi qiyadah sekaligus partner akhwat. Senantiasa berkoordinasi. Ukhuwah di dunia, dan di akhirat. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[sumber : http://hudzaifah.org]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-113073509096873336?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/113073509096873336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/113073509096873336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2005/10/ikhwan-ganteng-partner-sejati-akhwat.html' title='Ikhwan GANTENG, Partner Sejati Akhwat?'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-112935476021043631</id><published>2005-10-15T12:32:00.000+07:00</published><updated>2005-10-15T12:39:20.220+07:00</updated><title type='text'>Gaul Syar'i Ala Muslimah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Gaul and modis, siapa sih yang nggak pengen ? Pasti semua orang pengen. Saking pengennya, kadang cewek suka jadi plagiat total gaya hidup para selebritis.  Coba deh lihat sekitar kamu. Soal pakaian saja,  remaja putri mencontek abis fesyennya selebritis lokal maupun  Holywood semisal Agnes Monica, Jeniffer Lopez,  Nicole Kidman, Madonna dan sebagainya. Rok mini  diatas  dengkul, bujal, aurat terbuka merata disekitar leher  dan dada. Hidup para selebritis kita pun tak jauh  dari  aktivitas dunia gemerlap alias dugem. Berhura-hura  di  pesta dan tempat hiburan degan gonta-ganti pasangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tampil full aksesoris nyentrik dan make up tebal  demi  menggaet simpati serta kenalan.  Kita nggak mau dong over acting untuk menarik  perhatian dan simpatik orang seperti itu, tapi  ngorbanin ridhanya Allah. Sebenarnya kayak apa sih tampil gaul, modis tapi tetap syar’i. Nah kalo kamu  ingin jadi muslimah gaul tapi syar’i, kamu kudu ngikutin rambu-rambu Allah dibawah ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1.Berbusana muslimah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Islam juga mengatur urusan malbusat (urusan  pakaian)  ini lho. Ada dua busana yang wajib dipakai seorang  muslimah yaitu khimar (kerudung) dan jilbab. Di masyarakat, orang menyamakan begitu saja antara  kerudung dan jilbab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kerudung adalah penutup kepala atau pakaian atas.  Batasan kerudung, minimal dua kancing paling atas  baju  atau tepat diatas dada. Selain itu tak membentuk  kepala. Kadang karena pengen tampil trendy,  perempuan  suka niru gaya kudung gaul ketat menutup kepala dan leher saja. Bahkan tanpa sadar kelihatan warna kulit  lehernya. Nah, gaya seperti ini sebenarnya belum sesuai dengan syar’i. Perintah memakai kerudung ini  ada di Al Quran surat An Nur ayat 31.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab sendiri dalam kamus bahasa arab Al Munawir  artinya baju longgar yang terus kebawah tak  berpotongan. Rambu-rambu dalam berjilbab antara lain nggak transparan sehingga kelihatan warna kulitnya,  longgar, nggak press body serta irkha’ ilaa asfal  alias menyentuh tanah tapi nggak nglangsrah (jawa :  panjang berekor). Kewajiban ber-jilbab ini termaktub  dalam surat Al Ahzab ayat 59. “Wahai Nabi,  katakanlah  kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan  istri-istri orang Mukmin, hendaklah mereka  mengulurkan  jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian itu  supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka  tidak diganggu.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Biar kelihatan cantik ‘n modis. Ada tips yang perlu  diperhatikan. Bagi kamu yang bertubuh bongsor pilih  kain jilbab yang berbunga kecil-kecil atau bergaris  vertikal. Kebalikannya, bagi kamu yang berbody  ceking  pilih jilbab berbunga besar atau garis horisontal.  Warna cerah dan bunga setaman sangat cocok bagi jiwa  mudamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar tambah keren, coba padankan warna jilbab dengan  warna kerudungmu. Kamu juga bisa berkreasi dengan  model jilbabmu, dikasih rompi, rendra, manik-manik,  bordir dan apa aja deh terserah selera . Asal jangan  dikasih paku payung aja, entar dibilang kayak Rocker  lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. No Ikhtilat, No khalwat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahu kan ikhtilat dan khalwat? Yup, ikhtilat ialah  kondisi bercampurbaurnya antara laki-laki asing dan  perempuan yang tidak dalam satu tempat tanpa ada  urusan yang diperbolehkan agama. Maksud asing di  sini,  bukan mahram (laki-laki yang haram dinikahi) dan  suami. Birthday party, tamasya, jjs (jalan-jalan  sore)  bareng-bareng, nonton film rame-rame cowok campur  cewek adalah beberapa contoh aktivitas  per-ikhtilatan  ria. Hampir semua aktivitas, saat ini full dengan  ikhtilat.  Nggak semua ikhtilat dilarang sih. Di bidang  muamalah  seperti pendidikan, jual beli, medis, persaksian  dipengadilan ikhtilat diperbolehkan, namun juga  dengan batas tertentu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlawanan dengan ikhtilat, khalwat adalah  berdua-duaan antara laki-laki asing dan perempuan di  tempat sepi. Berdasar ketidakbolehan khalwat inilah,  hukum pacaran jadi nggak boleh alias haram. Apalagi  ditambah aksi tangan doi yang ‘menjelajah’  kemana-mana. Wah gaswat bisa terjadi adegan usia 17 keatas. Sensor film kaleee. Pantang non, mendekati  zina. Jadi inget iklan sabun no ikhtilat…,no  khalwat…., no embi e…. (marry by accident  maksudnya).  Yang sudah terlanjur ke jebur melakukan pacaran,  mendingan di-cut aja deh. Atau segera menikah,  dengerin sarannya Meggy Z terlanjur basah, iya sudah mandi sekalian…..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3 Jaga Pandangan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari mata jatuh ke hati. Exactly. Hati yang kotor  berawal dari ketidakbisaan menjaga pandangan mata.  Mata adalah jendela hati. Oleh karena itu Allah  memerintahkan laki-laki dan perempuan mukmin untuk  menundukkan pandangan (ghadul bashar) terutama pada  lawan jenis. Menundukkan disini bukan lantas kemana  saja bawaannya merem atau nunduk terus. Bisa-bisa  dikira orang lagi cari uang receh yang jatuh ke  jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menundukkan pandangan artinya kita melihat  sesuatu itu no feeling. Natural dan biasa aja gitu loh. Termasuk melihat makhluk bernama pria. Emang  sih,  kalau dituruti siapa bisa nolak pemandangan cowok  cool  kayak Leonardo De Caprio atau Nicholas Saputra lewat  di depan mata. Pengennya ekor mata ngikutin sampai  si  doski hilang dari pandangan. Ampe lupa tu di depan  ada  tiang listrik menanti. Wadauw kejedot… sakit booo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya kalau bertemu dengan lawan jenis terus ada  sesuatu perubahan di diri kita sehingga menimbulkan  silah jinsi (perasaan yang mengarah pada hal yang  istimewa), itulah saat tepat untuk segera  membalikkan  pandangan mata dari obyek semula. Pandangan pertama  rezeki, selanjutnya….. ghadhul bashar dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kamu jadi paham kan, nggak bener tuh, kalo kita  menjadi muslimah yang kaffah, terus dibilang nggak  gaul. Kamu bisa kok gaul n modis, tapi tetap syar'i.  Biar funky asal syar'i...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nur Aulia Solihah ( sabili edisi Mei 2005)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-112935476021043631?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/112935476021043631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/112935476021043631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2005/10/gaul-syari-ala-muslimah.html' title='Gaul Syar&apos;i Ala Muslimah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-112859296114967984</id><published>2005-10-06T16:59:00.000+07:00</published><updated>2005-10-06T17:02:41.156+07:00</updated><title type='text'>Baju Luar Dirancukan dengan Telekung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;leo_imanov style="font-style: italic;" uk=""&gt;[Kolom Tetap Harian Fajar]&lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov style="font-style: italic;" uk=""&gt; Baju Luar Dirancukan dengan Telekung&lt;/leo_imanov&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;1. Perintah Memakai Khimar-Panjang&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Firman Allah:&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;-- WLYDHRBN  BKHMRHN  'ALY  JYWBHN  (S. ALNWR, 24:31), dibaca: &lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;walyadhribna bikhumurihinna 'ala- juyu-bihinna (s. annu-r).&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;WLYDHRBN - walyadhribna dalam ayat (24:31) terdapat Lam Al Amr (Lam  &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;yang menyatakan perintah), maka kata tersebut berarti: Diperintahkan &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;kepada mereka menutupkan, sehingga ayat (24:31) terjemahannya adalah: &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Diperintahkan kepada mereka menutupkan khumur mereka ke atas dada mereka.&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Khumur adalah bentuk jama' (plural) dari khimar, artinya tutup kepala.  &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Ummu l-Mu'minin Sitti Aisyah RA menceritakan bahwa sesaat setelah &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;turunnya ayat (24:31) perempuan-perempuan Islam segera mengambil kain &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;selubung mereka, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai khimar. &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Al-Allamah Ibnu Katsir menulis di dalam tafsirnya: "Perempuan pada zaman &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;jahiliyah memakai khimar yang tidak menutupi lekuk buah dadanya serta &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;bertelamjang leher untuk memperlihatkan semua perhiasannya. Oleh karena &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;itu, maka segera diperintahkan untuk mengulurkan khimar di bagian depan &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;agar bisa menutup lekuk buah dada mereka".&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Informsi dari Ummu l-Mu'minin Sitti Aisyah RA tersebut dan tafsir &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Al-Allamah Ibnu Katsir menggambarkan bahwa perempuan Arab yang beragama &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Islam sebelum turun ayat (24:31) dari segi budaya sudah mengenal khimar, &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;namun khimar itu tidak menutup lekuk buah dada dan juga tidak menutup &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;leher sehingga perhiasannya kelihatan baik yang dileher maupun di sebelah &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;luar dadanya. Khimar yang menjulur panjang ke bawah (selanjutnya &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;diperpendek dengan sebutan "khimar-panjang") belumlah dikenal sebelum ayat &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;(24:31), buktinya, mereka merobek kain selubung mereka untuk &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;dialihfungsikan menjadi khimar-panjang. Jika mereka sudah biasa memakai &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;khimar-panjang tentunya itu telah tersedia dan tak perlu lagi menyulap kain &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;selubung menjadi khimar-panjang "darurat". Jelaslah, khimar-panjang yang &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;menutup lekuk buah dada bukan tradisi dan budaya Arab, yang bermuatan &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;lokal, tetapi ajaran yang disyariatkan Islam. Inilah penjelasan secara &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;normatif maupun secara historis budaya khimar yang tidak menutup leher dan &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;tidak menutup lekuk buah dada disempurnakan dengan perintah syari'at: &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;WLYDHRBN  BKHMRHN  'ALY  JYWBHN (menutupkan khumur mereka ke atas dada  &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;mereka), sehingga perhiasan dan lekuk buah dada mereka ditutup oleh &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;khimar-panjang. Di Indonesia khimar-panjang ini dikenal sebagai "jilbab", &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;yang dahulu disebut telekung, yang dipakai untuk shalat, yang model &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;telekung ini dipakai oleh Jama'ah Islamiyah dari Asia tenggara yang &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;menunaikan ibadah haji sebagai pakain ihram. Kata "jilbab" ditaruh di antara &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;dua tanda petik, oleh karema bahasa Al Quran jilbab mempunyai pengertian &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;lain, seperti dijelaskan berikut di bawah ini. &lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;2. Jalabib&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Hirman Allah:&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;-- YAaYHA ALNBY QUL LAZWAJK WBNTK WNSAa ALMWaMNYN YDNYN 'ALYHN JLABYBHN &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;DzLK ADNY AN Y'ARFN FLA YWaDzYN WKAN ALLH GHFWRA EhYMA (S. ALAhZAB, &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;33:59) dibaca: ya-ayyuhan nabiyyu qul liazwa-jika wabana-tika wanisa-il &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;mu'mini-na yudni-na 'alaihinna min jala-bi-bihinna dza-lika adna- ay &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;yu'rafna fala- yu'dzaina wa ka-na Lla-hu ghafu-rar rahi-man (s. al ahza-b), &lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;br /&gt;artinya: Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;perempuanmu dan para Mu'minin supaya mereka menutupkan pada tubuh mereka &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;dengan jalabib mereka, (sebab) hal itu lebih mudah untuk mengenal mereka &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;tidak diganggu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Jalabib adalah bentuk jama' dari jilbab, yaitu pakaian longgar untuk &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;menutup seluruh tubuh. Dipakai sebagi pakaian luar. Di Arab Saudi dikenal &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;sebagai abaya dan jalabiyyah, di Mesir galabiyyah (huruf jim di Mesir &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;dibaca gim, jadi menulisnya sama, hanya berbeda kalau ditulis pakai &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;huruf Latin), di Marokko jellabah, orang Tuareg menyebutnya tegelmoust, di &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Afghanistan dikenal sebagai burqa, di Pakistan disebut gamis &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;dikombinasi dengan celana panjang di kawasan Asia tenggara dikenal sebagai &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;jubbah. Seperti diketahui, di beberapa negeri jilbab ini dipakai oleh &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;laki-laki maupun perempauan (pakaian unisex).&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Jadi pada pokoknya jilbab itu adalah pakaian luar yang longgar, &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;sehingga menutup lekuk-lekuk tubuh perempuan. Demikianlah pakaian menurut &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;syari'at Islam adalah pakaian luar yang longgar (jilbab) dan dikombinasi &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;dengan kerudung panjang, atau telekung yaitu khimar-panjang. Demikianlah &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;model jilbab itu bervariasi di negeri-negeri Islam, namun dengan &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;kriteria yang sama, yaitu baju luar yang longgar, yang menyembunyikan &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;lekuk-lekuk tubuh.&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;***&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Alhasil, apa yang disebut jilbab di Indonesia, sebenarnya adalah &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;khimar-panjang, sehingga dalam perbincangan tentang jilbab menjadi rancu, &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;karena baju luar yang longgar dirancukan dengan kerudung, atau tutup &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;kepala. Dengan adanya Lam Al Amr (Lam yang menyatakan perintah) pada &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;walyadhribna dalam ayat (24:31), maka dengan mudah dilakukan istimbath status &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;hukum kombinasi jilbab dengan khimar adalah wajib hukumnya atas &lt;/leo_imanov&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;Muslimaat. WaLlahu a'lamu bisshawab.&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;*** Makassar, 11 September 2005&lt;/leo_imanov&gt;&lt;br /&gt;&lt;leo_imanov uk=""&gt;     [H.Muh.Nur Abdurrahman]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[sumber : abi Imanov]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/leo_imanov&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-112859296114967984?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/112859296114967984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/112859296114967984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2005/10/baju-luar-dirancukan-dengan-telekung.html' title='Baju Luar Dirancukan dengan Telekung'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-112849543805787328</id><published>2005-10-05T13:57:00.000+07:00</published><updated>2005-10-05T13:59:33.103+07:00</updated><title type='text'>Tips Pembelanjaan Menu di Bulan Puasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PKPU Online&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Tips-tips menyikapi pembelanjaan selama bulan Ramadhan Tips Pembelanjaan Menu di Bulan Puasa&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Tidak selalu membeli daging untuk Lauk Pauk Hewani atau ikan. Sekali-sekali telor atau Lauk Pauk yang berbahan dasar tahu atau tempe. Dengan demikian, Anda akan lebih berhemat.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Buka Puasa, cukup sajikan satu jenis minuman dan satu (atau paling banyak dua) jenis makanan kecil pembuka. Hindari langsung makan besar pada saat buka puasa, karena itu akan ï¿½mengagetkanï¿½ perut Anda.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Untuk menyiasati harga-harga yang naik, cobalah mencari tempat-tempat yang punya harga lebih murah. Umumnya bisa Anda temukan di tempat-tempat belanja grosir. Agar dapat berbelanja lebih banyak.&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-112849543805787328?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/112849543805787328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/112849543805787328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2005/10/tips-pembelanjaan-menu-di-bulan-puasa.html' title='Tips Pembelanjaan Menu di Bulan Puasa'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14269126.post-112073091099431394</id><published>2005-07-07T17:06:00.000+07:00</published><updated>2005-08-03T13:34:57.376+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Muslimah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font style="color: rgb(102, 51, 102); font-weight: bold;" face="verdana"&gt;&lt;font style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;Wanita Islam merupakan bagian dari masyarakat yang tidak dapat dipisah-kan dan mempunyai posisi yang sangat penting. Ia mempunyai kewajiban terhadap Allah, dirinya sendiri, keluarga, lingkungan dan terhadap Islam. Pada kali ini akan sedikit dibahas tentang kewajiban seorang muslimah terhadap dirinya sendiri, lingkungan dan Islam.&lt;/font&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font style="font-weight: bold;" face="verdana"&gt;Kewajiban Terhadap Diri Sendiri &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Kewajiban seorang muslimah terhadap dirinya adalah berhias dengan akhlaq yang mulia sebagai cermin dari keimanan yang ada di dalam dirinya. Diantara akhlaq mulia yang harus dimiliki seorang muslimah adalah : &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; 1. Hati yang lembut dan perasaan yang sensitif. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Rasulullah sebagai panutan bagi seluruh umat Islam terkenal mempunyai hati yang sangat lembut.  &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; 2. Jujur. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Sifat ini mutlak harus ada pada diri setiap muslimah. Jujur dalam bersikap sehari-hari, selalu berhati-hati dengan segala ucapannya agar lidahnya tidak tergelincir pada perkataan yang dusta. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; 3. Berani &amp; mempunyai fisik yang kuat. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Bagaimana seorang muslimah yang berani dan kuat ? Asma binti Abu Bakar adalah salah seorang wanita yang dapat dijadikan contoh. Dimana dalam masa kehamilannya beliau berjalan melintasi padang pasir dan menaiki bukit terjal sambil membawa bekal bagi Rasulullah dan ayahnya Abu Bakar yang ketika itu bersembunyi di gua Tsaur. Sedang-kan keberanian dalam berpendapat dapat kita ambil contoh teguran Kaulah binti Sa’labah kepada Ummar bin Khattab yang pada masa kekhalifahannya hendak membatasi harga mahar. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; 4. Menjauhi teman yang buruk. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Pada prinsipnya teman yang buruk adalah teman yang menjauhkan kita dari mengingat Allah dan mengajak kita pada perbuatan yang mengundang murka Allah. Teman seperti inilah yang harus kita hindari, karena akhlaq seseorang itu dapat dilihat dari akhlaq teman karibnya. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font style="font-weight: bold;" face="verdana"&gt;Kewajiban terhadap Lingkungannya  &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Seorang muslimah hidup dalam suatu lingkungan masyarakat dan saling berinteraksi dengan mereka. Dalam berinteraksi dengan sesamanya, seorang muslimah harus memiliki hal-hal sebagai berikut : &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; 1. Sikap adil. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Ia harus mampu bersikap adil kepada orang-orang di sekitar-nya. Tidak membedakan antara yang satu dengan yang lainnya. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; 2. Keperdulian terhadap orang lain. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Tanggap terhadap situasi dan keadaan saudaranya yang sedang mempunyai masalah. Perduli bukan berarti hanya mengetahui bagaimana keadaan saudaranya, tetapi juga berusaha untuk menunjukkan perha-tiannya sebagai bukti dari keper-duliannya itu. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; 3. Hati yang pengasih. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Seorang muslimah harus memiliki rasa sayang terhadap sesamanya dan mampu untuk menunjukkan rasa sayangnya itu. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; 4. Menjaga hak-hak orang lain. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt;Apa yang menjadi hak orang lain adalah merupakan kewajiban bagi diri kita untuk memenuhinya. Sebagai contoh, hak seornag muslim dari muslim yang lain adalah dikunjungi ketika ia sakit. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Kewajiban terhadap Islam &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Diantara kewajiban muslimah terhadap Islam adalah keikutsertaanya dalam menyebarkan syiar-syiar Islam. Dengan selalu berprilaku baik, menjaga adab-adab yang islami, dan membina hubungan baiknya dengan masyarakat, maka secara tidak langsung ia telah turut andil dalam menyebarkan nilai-nilai Islam. Dari sinilah orang dapat melihat dan merasakan indahnya islam sebagai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Selain itu seorang muslimah juga dituntut untuk dapat berperan aktif dalam membina masyarakatnya sesuai dengan kemampuan dan kelebihan masing-masing. Aisyah ra adalah salah satu istri Rasulullah yang pandai tentang ilmu hadits, fiqih, dan kedokteran. Kemampuan tersebut beliau ajarkan kepada para muslimah lainnya dalam rangka keikutsertaannya membina masyarakat pada saat itu. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt; Demikianlah tiga kewajiban seorang muslimah yang harus ia jalankan. Dengan mengetahui kewajiban-kewajiban tersebut diharapkan bahwa setiap muslimah akan sadar, bahwa dia hidup bukan untuk dirinya sendiri, dan dia juga islam bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga hidup dan islam bagi masyarakatnya, dan harus turut serta dalam menyebarkan nilai-nilai islam tersebut. Tanggung jawabnya begitu besar, dan kelak akan dimintai pertanggung-jawabannya di hari akhir.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14269126-112073091099431394?l=moeslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/112073091099431394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14269126/posts/default/112073091099431394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moeslimah.blogspot.com/2005/07/menjadi-muslimah.html' title='Menjadi Muslimah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry></feed>
