Islam, Agamaku
Blogger Skin
Kisah-kisah yang Menggugah
Menjadi Muslimah
Catatan Harian Menjadi Muslimah
 

Saturday, May 06, 2006

Ingrid Mattson : Si Cerdas yang Berdakwah di Dunia Ilmu

Ingrid dibesarkan dalam lingkungan Kristen di Kitchener, Ontario, Kanada. Ayahnya seorang pengacara pidana sementara ibunya bekerja di rumah membesarkan ke-7 anaknya. Ingrid berhenti pergi ke gereja pada usia 16 tahun dengan alasan tidak bisa lagi percaya dengan apa yang diajarkan oleh gereja. Di University of Waterloo pada pertengahan tahun 1980 dia mempelajari seni dan filsafat, yang menekankan kebebasan seseorang unuk memilih, dan yang lalu menjadi bekalnya mengambil pilihan penting dalam hidupnya : Islam.

"Pilihan-pilihan Anda mencerminkan siapa diri Anda. Meski ada keterbatasan, tapi selalu tersedia kesempatan untuk memilih yang terbaik," katanya.

Menurutnya, "penekanan Islam pada tanggung jawab manusia, yaitu memilih yang baik dari yang salah, sungguh masuk akal bagi saya. Artinya, mendidik manusia untuk memiliki tanggung jawan, justru akan menciptakan ketenangan bagi dirinya." Ingrid akhrinya menyadari dan yakin adanya Allah setelah membaca Al-Quran.

Pada tahun 1988-1989 menjadi pekerja sosial dan mengajar anak-anak pengungsi Afghanistan serta berusaha memperbaiki kondisi orang-orang terusir yang hidup di kamp pengungsi di Peshawar, Pakistan. Ingrid meraih doktor pada tahun 1999 di bidang studi Islam di University of Chicago dengan disertasi mengenai perbudakan dalam Islam. Kini dia sibuk mengajar, melakukan penelitian, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Dia memiliki satu anak perempuan, Soumayya dan satu anak laki-laki, Ubayda. Ingrid bertemu dengan suaminya, Amer Aetak, seorang insinyur dari Mesir, saat bekerja di kamp pengungsi di Pakistan.