Islam, Agamaku
Blogger Skin
Kisah-kisah yang Menggugah
Menjadi Muslimah
Catatan Harian Menjadi Muslimah
 

Wednesday, March 08, 2006

H.R. Rasuna Said

Hajjah Rasuna Said termasuk pejuang yang gigih dan tegar dalam memperjuangkan keyakinannya, yang meliputi emansipasi wanita, agama, pendidikan, pers, dan politik. Ia lahir pada tanggal 14 September 1910 di Maninjau, Sumatera Barat. Rasuna Said mengeyam pendidikan di Sekolah Desa di Maninjau, Sekolah Diniyah (Agama Islam) di Padang Panjang disamping sekolah agama di Sekolah Thawalib dan Islamic College. Rasuna juga aktif di beberapa organisasi. Diantaranya sebagai Sekretaris Cabang Sarekat Rakyat dan anggota Pengurus Besar Persatuan Muslimin Indonesia (Permi) tahun 1930.

Kecerdasannya dalam pemikiran dan organisasi juga ditunjang dengan kemahirannya berpidato, khususnya untuk mengecam pemerintah kolonial Belanda. Aktivitasnya yang anti penjajahan ini membuat ia ditangkap tahun 1932. Setelah masa tahanannya selesai, Rasuna kembali ke Sumatera Barat dan aktif dalam bidang pendidikan. Ia mendirikan Sekolah Thawalib, Sekolah Kursus Puteri di Padang, lalu pindah ke Medan dan mendirikan Perguruan Puteri di sana. Di bidang pers, Rasuna mendirikan majalah Menara Puteri.

Di zaman pendudukan Jepang, ia mendirikan “Pemuda Nippon Raya” di Padang, menggambleng para pemuda agar berjuang untuk memperolah kemerdekaan tanah air dan bangsa. Namun pada perkembangan selanjutnya, organisasi ini dibubarkan Jepang.

Pada zaman kemerdekaan, Rasuna duduk dalam Komite Nasional Pusat, DPR-RIS, DRP Sementata , dan anggota Dewan Pertimbangan Agung. Beliau meninggal pada 2 November 1965 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.